Warga Madina Sumut Mulai Terdampak Kabut Asap Kiriman akibat Karhutla

Ahmad Husein Lubis ยท Sabtu, 10 Agustus 2019 - 09:20 WIB
Warga Madina Sumut Mulai Terdampak Kabut Asap Kiriman akibat Karhutla

Kabut asap menganggu warga di Madina Sumut. (Foto: iNews/Ahmad Husein Lubis).

MADINA, iNews.id - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut), semakin menganggu masyarakat, khususnya anak-anak. Mereka bahkan harus menggunakan masker saat beraktivitas di sekolah.

"Iya, sakit matanya. Perih sekali karena kabut asap," kata seorang siswa di Kecamatan Panyambungan, Alya Romiza, kepada wartawan di Kabupaten Madina, Sumut, Sabtu (10/8/2019).

BACA JUGA: Kebakaran Lahan dan Hutan, Aceh Barat Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Asap

Menurut dia, kabut asap tampak makin pekat saat pagi dan sore hari. Para siswa juga kehilangan konsentrasi belajar, karena kabut asap juga sampai masuk ke dalam kelas.

Guru di SDN 116 Komplek Staim Panyambungan, Emi mengatakan, kabut asap kiriman dari luar provinsi Sumut ini telah menganggu aktivitas belajar mengajar. Mereka selalu mengeluhkan tebalnya kabut asap di tengah-tengah jam belajar.

"Mereka jadi tidak konsentrasi. Karena sering mengeluhkan asap," kata dia.

Pantauan iNews, siswa-siswi di sana pun tampak mengenakan masker khawatir mereka mengalami gangguan pernapasan. Guru dan orang tua juga selalu berpesan agar para murid selalu mengenakan masker saat beraktivitas di sekolah.

BACA JUGA: Dampak Karhutla Riau, 1.136 Warga Terjangkit ISPA

Selain menganggu masyarakat, kabut asap di Madina Sumut ini juga mengurangi jarak pandang pengendara. Mobil dan motor yang melintas menyalakan lampu kendaraan meski di siang hari, karena jarak padang hanya sekitar 150 meter.

"Jarak pandang semakin pendek. Apalagi kalau sudah agak sore, bisa hanya 150 meter," kata Rian, seorang pengendara motor.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal