Warganya Dihukum Mati di Saudi, Ridwan Kamil Minta Pemerintah Bersikap

Yogi Pasha ยท Rabu, 31 Oktober 2018 - 14:18 WIB
Warganya Dihukum Mati di Saudi, Ridwan Kamil Minta Pemerintah Bersikap

TKI Tuti Tursilawati yang dieksekusi Pemerintah Arab Saudi tanpa menyampaikan pemberitahuan kepada Pemerintah Indonesia. (Foto: Migrant Care)

BANDUNG, iNews.id – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menyesalkan tindakan Pemerintah Arab Saudi yang telah mengeksekusi mati Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Tuti Tursilawati, tanpa memberikan notifikasi. Emil berharap pemerintah segera bersikap atas peristiwa yang menimpa TKI asal Majalengka tersebut.

“Saya turut berdukacita dan menyesalkan karena Pemerintah Arab Saudi tidak memberikan notifikasi. Saya juga memohon karena ini relasinya antarnegara kepada Kementerian Luar Negeri untuk mengambil sikap dan tindakan yang sigap terkait masalah ini,” kata Ridwan yang akrab disapa Emil di Bandung, Rabu (31/10/2018).

Dia menyebutkan, peristiwa seperti ini tidak boleh terulang lagi di masa kepemimpinannya. Karena itu, Emil segera melakukan studi moratorium agar pengiriman TKI tidak dilakukan ke luar negeri yang memikiki kerawanan seperti Arab Saudi.

“Kepada keluarga yang ditinggalkan mohon diberi kesabaran. Saya akan cari waktu untuk silaturahmi juga. Tapi jangka panjangnya kami bertekad lima tahun sedang melakukan studi moratorium, tidak boleh ada pengiriman tenaga kerja ke luar negeri yang rawan seperti ini,” ujar dia.

BACA JUGA:

Jokowi Sesalkan Eksekusi Mati Tuti Tursilawati di Arab Saudi

Sebelum Dieksekusi Mati di Saudi, Tuti Hafal Alquran 12 Juz di Tahanan

Kisah Pilu Tuti: Jadi Korban KDRT di Indonesia, Dihukum Mati di Saudi

Dia berharap, dalam lima tahun ke depan, program kemandirian desa dengan satu desa satu perusahaan, dan program lainnya bisa berjalan. Dengan demikian, warga desa memiliki pekerjaan yang memenuhi kebutuhan mereka sehingga tidak perlu ada lagi warga yang terpaksa menjadi TKI tanpa keahlian.

“Di zaman saya jadi gubernur, perusahaan-perusahaan akan didirikan supaya mereka tidak berkesusahan terus, akhirnya tidak ada harapan pergi ke luar untuk mencari penghidupan,” ungkap dia.

Bahkan, Emil berkomitmen akan membuatkan peraturan daerah (perda) agar bisa melindungi warga dari kejadian serupa. “Saya kira gak begitu. Kita harus lebih baik, itu komitmen saya lima tahun. Sedang dikaji. Saya sedih kalau begini terus. Kita harus naik kelas, itu komitmennya, beri saya waktu,” ungkapnya.


Editor : Maria Christina