1.500 Mahasiswa se-Indonesia Akan Ikuti Peksiminas XIV di ISI Yogya

Kuntadi ยท Jumat, 12 Oktober 2018 - 02:46 WIB
1.500 Mahasiswa se-Indonesia Akan Ikuti Peksiminas XIV di ISI Yogya

Peksiminas XIV yang akan digelar di Yoggyakarta diikuti 1.500 mahasiswa dari seluruh Indonesia. (Foto: Istimewa)

BANTUL, iNews.id – Sebanyak 1.500 mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia bakal mengikuti Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) XIV yang akan dilaksanakan di Yogyakarta, mulai 15-21 Oktober 2018.

Para peserta itu berasal dari 32 provinsi termasuk kontingen dari Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah yang tengah dilanda bencana gempa bumi dan tsunami. “Setidaknya 1.500 mahasiswa dan offisial siap datang meramaikan Peksiminas,” kata Rektor ISI Yogyakarta, Agus Burhan dalam konferensi pers Peksiminas XIV, Kamis (11/10/2018).

Menurut Agus, Peksiminas ini merupakan salah satu agenda dari Kemenristekditi yang dilaksanakan setiap dua tahun. Kegiatan ini untuk menampung dan menyalurkan bakat seni dari mahasiswa. Selain untuk mengekspresikan kemampuan mahasiswa dalam dunia seni disamping kompetensi pokok dalam pendidikan. “Harapan kita ini bisa menjadi penunjang bagi mahasiswa dan lembaga pendidikan,” ujarnya.

Rencananya Peksiminas ini dibuka Menristekdikti M Naim di Lapangan Pancasila UGM. Kegiatan itu akan dikolaborasikan dari beberapa kampus yang ada di DIY di bawah kendali dari Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) DIY. “Total ada 15 tangkai lomba dengan 21 medali emas yang diperebutkan,” ucapnya. 

Ketua Peksiminas XIV, Anusapati mengatakan Yogyakarta dipilih menjadi tuan rumah setelah pada Peksiminas XIII yang dilaksanakan di Kendari menjadi juara umum. Yogyakarta dikenal memiliki banyak potensi seni dari berbagai kampus. “Sebelum Peksiminas ini, di DIY sudah ada Peksimida untuk mencari peserta yang akan ikut Peksiminas,” kata Wakil Rektor III ISI Yogyakarta, Anusapati. 

Sekretaris Peksiminas, Cipto Budi Handoyo mengatakan Yogyakarta sudah enam kali menjadi juara dalam Peksiminas. Ada 15 kejuaraan yang dipertandingkan mulai tari, vokal grup, nyanyi PO, dangdut, seriosa, keroncong hingga penulisan cerpen, puisi lakon desain poster, fotografi, lukis maupun monolog. Sedangkan musik rebana hanya untuk eksebisi.

“Peserta ini berdasarkan kampusnya. Kebanyakan untuk yang grup juga bersal dari satu kampus, belum ada kolaborasi antar mahasiswa dari beberapa kampus,” katanya.

 


Editor : Kastolani Marzuki