2 Balon Udara Raksasa Jatuh di Kawasan Militer Lanud Adisutjipto Yogyakarta

Kuntadi ยท Senin, 17 Juni 2019 - 16:35 WIB
2 Balon Udara Raksasa Jatuh di Kawasan Militer Lanud Adisutjipto Yogyakarta

Dua balon udara raksasa diamankan petugas TNI AU setelah masuk ke kawasan militar Lanud Adisutjipto Yogyakarta, Senin (17/6/2019). (Foto: iNews.id/Kuntadi)

SLEMAN, iNews.id – Petugas lapangan udara (Lanud) Adisutjipto, Yogyakarta mengamankan dua balon raksasa yang sempat masuk di zona militer penerbangan di kawasan Adisutjipto, Yogyakarta, Minggu (16/6/2019).

Satu balon turun dan tersangkut pohon di sekitar padang golf AAU yang hanya berjarak 1,5 kilometer dari runway Adisutjipto. Satu lagi tersangkut di tiang listrik depan Quality Hotel.

Kadis Ops Lanud Adisutjipto, Kolonel Pnb Feri Yunaldi mengatakan, keberadaan balon udara yang diterbangkan masyarakat ini sudah sangat membahayakan.

Balon ini tertangkap radar ATC dan berada sekitar 1,5 kilometer dari runway. Padahal, kegiatan paling kritis di runway untuk naik dan turunnya pesawat.

“Balon ini terbang dari utara dan tertangkap tower dan kita tindaklanjuti di lapangan,” kata Feri di Media Center Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, Senin (17/6/2019).  

BACA JUGA: Masih Ada Nyala Api, Balon Udara Jatuh di Pekarangan Warga

Dia menjelaskan, balon udara itui terpantau terbang sekitar pukul 10.42 WIB. Saat itu, petugas langsung melakukan pengecekan dan pencarian. Hingga akhirnya ditemukan tersangkut ranting pohon di lapangan golf AAU. Balon udara ini memiliki diameter 2 meter dengan panjang 3,5 meter, berbahan plastik dengan berwarna lorek hijau putih.

Dalam waktu hampir bersamaan, kata Feri, petugas ATC Adisutjipto juga melaporkan sebuah balon udara terbang liar di utara kompleks Lanud Adisutjipto. Balon tersebut akhirnya menyangkut di tiang listrik depan pos satpam Hotel Grand Quality.

Balon berukuran diameter 2 meter, panjang 3,5 meter, berbahan plastik dan berwarna hitam. “Untuk sementara kita amankan di Satuan Pom AU untuk penyelidikan,” ujarnya.

Menurut Feri, keberadaan balon udara itu sudah sangat membahayakan. Sebab, balon bisa menutupi kokpit pesawat atau masuk ke dalam mesin pesawat yang bisa menyebabkan mesin mati mendadak. “Menerbangkan balon udara tidak dilarang, tapi ada aturan sesuai Permenhub 40/2018. Air Nav sudah fasilitasi dengan festival Balon Udara,” katanya.       

Dia menambahkan, keberadaan balon udara ini, tidak hanya mengganggu penerbangan komersial. Namun juga mengganggu latihan terbang Pangkalan TNI AU Adisutjipto Yogyakarta. Untuk mengantisipasi, TNI AU terus berkoordinasi dengan menara tower untuk mencari daerah aman untuk penerbangan.   

Komandan Satuan POM AU Adisutjipto, Letkol Pom Muhammad Rudi berharap ada peran aktif dari masyarakat untuk mengantisipasi adanya penerbangan balon udara. Masyarakat perlu diberikan informasi bahaya balon udara terhadap dunia penerbangan. “Selain balon udara, lampu dari sinar laser juga membahayakan,” katanya. 

Sebelumnya, sebuah balon udara berukuran cukup besar mendarat di pekarangan rumah warga di Kabupaten Kulonprogo, DIY Minggu (16/6/2019). Balon ini turun dengan kondisi sumbu api yang masih menyala.

Balon udara ini mendarat di pekarangan rumah milik Maryati, di Pedukuhan Gegunung Desa Bumirejo, Kecamatan Lendah. Untungnya tak sampai menutupi rumah, dan membahayakan penghuni di dalamnya.

 


Editor : Kastolani Marzuki