2 Hari Muntahkan Awan Panas dan Lava Pijar, Status Merapi Masih Waspada

Sindonews, Tata Rahmanta ยท Senin, 15 Juli 2019 - 00:36 WIB
2 Hari Muntahkan Awan Panas dan Lava Pijar, Status Merapi Masih Waspada

Gunung Merapi di perbatasan Jateng dan DIY kembali memuntahkan guguran lava pijar dan awan panas. (Foto: Dok.iNews.id)

YOGYAKARTA, iNews.id - Gunung Merapi di perbatasan DIY dan Jawa Tengah dalam dua hari terakhir kembali memuntahkan awan panas dan lava pijar.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida mengatakan, dalam sehari, pihaknya mencatat Merapi mengeluarkan dua kali awan panas guguran. 

Pada pukul 10.27 WIB, awan panas guguran terjadi selama 112 detik dengan jarak luncur 1.100 meter. Kemudian pukul 18.01 WIB Merapi kembali memuntahkan awan panas sejauh 1.000 meter. 

Pada Sabtu (13/7/2019) petang, Merapi juga mengeluarkan guguran awan panas dengan jarak luncur sekitar 1 km ke arah hulu Kali Gendol. Guguran awan panas itu terekam kamera CCTV Pos Pemantau Gunung Merapi di Boyolali.

"Awan panas guguran terekam di seismogram dengan amplitudo 47 mm dan durasi 100 detik. Jarak luncur 1.000 meter ke arah hulu Kali Gendol," katanya seperti dikutip SINDOnews, Minggu (14/7/2019). 

Dia menjelaskan, selain awan panas, Merapi juga mengeluarkan lava pijar. Sejak Minggu (14/7/2019) dini hari atau mulai pukul 00.00 WIB hingga petang hari pukul 18.00 WIB, tercatat delapan kali lava pijar dengan jarak luncur antara 500 hingga 950 meter. "Kita belum naikkan status Merapi masih tetap waspada atau level II," katanya. 

Dia berharap masyarakat tetap tenang. Awan panas guguran yang terjadi lanjutnya masih dalam batas aman untuk aktivitas warga.

Dari laporan BPPTKG, volume kubah lava berdasarkan analisis foto udara dengan drone tanggal 4 Juli 2019 sebesar 475.000 m3. 

Sejak bulan Januari 2019 volume kubah lava terhitung relatif tetap. Hal ini disebabkan sebagian besar ekstrusi magma langsung meluncur ke hulu Kali Gendol sebagai guguran lava maupun awan panas.

Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental bisa disimpulkan bahwa kubah lava saat ini dalam kondisi stabil dengan laju pertumbuhan yang masih relatif rendah. 

Aktivitas vulkanik Gunung Merapi Merapi masih cukup tinggi dan ditetapkan dalam tingkat aktivitas waspada.

"Ada kemungkinan dengan awan panas menimbulkan hujan abu, masyarakat diminta antisipasi potensi hujan abu ini," kata Hanik. 

Disinggung jarak aman, dia mengaku masih tetap pada radius lebih dari 3 km dari puncak Merapi. Masyarakat tetap diminta tenang dan beraktivitas seperti biasa.

"Jika terjadi perubahan aktivitas Gunung Merapi yang signifikan, maka status aktivitas Merapi akan segera ditinjau kembali," katanya.


Editor : Kastolani Marzuki