2 TPS di Kabupaten Kulonprogo Gelar Pemungutan Suara Ulang

Kuntadi ยท Minggu, 21 April 2019 - 09:49 WIB
2 TPS di Kabupaten Kulonprogo Gelar Pemungutan Suara Ulang

Warga menggunakan hak suaranya di TPS 31 Wates, Kabupaten Kulonprogo, DIY, dalam pemungutan suara ulang (PSU) yang dilaksanakan Minggu (21/4/2019). (Foto: iNews.id/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kulonprogo melaksanakan pemungutan suara ulang (PSU) di dua TPS, Minggu (21/4/2019). PSU digelar menyusul rekomendasi Badan Pengawas Pemiu (Bawaslu) setempat terkait pelanggaran administrasi pada pemungutan suara Pemilu 2019, Rabu (17/4/2019) lalu.

“Hari ini kami gelar Pemungutan Suara Ulang di TPS 31 Kelurahan Wates dan TPS 02 Desa Margosari,” kata Komisioner KPU Kulonprogo Tri Mulatsih di sela-sela memantau pelaksanaan PSU di TPS 31 Wonosidi Lor, Wates, Minggu (21/4/2019).

Tri mengatakan, di TPS 31, ada 274 warga yang tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Sebelumnya, ada lima orang yang tercatat masuk dalam Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) dan menjadi awal dari pelanggaran administrasi pada pemilu.

BACA JUGA:

3 Petugas PPK dan KPPS di Jateng Keguguran karena Kelelahan

2 TPS di Tegal Gelar Pemungutan Suara Ulang

Saat itu, ada dua orang warga Papua, yang ikut mencoblos dengan menggunakan KTP elektronik. Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) kemudian memberikan satu suara untuk Pemilu Presiden (Pilpres) yang semestinya tidak boleh karena pemilih tidak mampu menunjukkan formulir A5.

“Pemungutan suara ulang ini hanya dilakukan untuk pemilihan presiden,” kata Sri.

Sementara itu di TPS 02 Margosari, ada tiga pemilih yang memberikan hak suaranya sebagai pemilih Dptb dari luar daerah pemilihan. Namun, petugas KPPS memberikan lima surat suara. Karena itu, PSU dilakukan untuk DPRD kabupaten dari 289 orang pemilih yang masuk dalam DPT.

PSU di TPS 31 dilaksanakan tanpa kehadiran saksi dari kedua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden. Meski begitu, hal itu tidak jadi kendala dalam pelaksanaan PSU. “Sesuai aturan, kalau sudah jam 07.00 WIB, ketika sudah ada pemilih atau saksi, pemilihan bisa dimulai,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang pemilih, Suharno (60), mengaku tidak ada masalah dengan pelaksanaan PSU. Meskipun hari ini agendanya sangat padat, salah satunya menghadiri kegiatan seminar kesehatan, dia rela menyempatkan waktu untuk mengikuti PSU.

“Sebenarnya hari ini ada agenda yang padat, tetapi demi bangsa dan negara, tidak masalah. Saya nanti agak terlambat saja ke seminar,” katanya.

Dia berharap petugas lebih cermat lagi agar tidak lagi terjadi kesalahan dalam PSU. Semuanya harus menggunakan mekanisme dan aturan yang benar. “Semoga semuanya lancar dan tidak ada kesalahan,” ujarnya.


Editor : Maria Christina