20 Tahun Reformasi, Demokrasi di Indonesia Masih Sebatas Pemilu

Kuntadi ยท Selasa, 02 Oktober 2018 - 01:22 WIB
20 Tahun Reformasi, Demokrasi di Indonesia Masih Sebatas Pemilu

Pakar politik dari dalam dan luar negeri saat berkumpul membahas proses demokrasi di Indonesia pasca-reformasi di Kota Yogyakarta. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

YOGYAKARTA, iNews.id - Reformasi di Indonesia sudah berjalan lebih dari 20 tahun. Namun pemahaman masyarakat terhadap arti demokrasi masih sangat sempit dan baru sebatas pada proses pemilihan. Padahal proses demokratisasi jauh lebih luas dan harus dipahami masyarakat.

“Proses reduksinya luar biasa. Tetapi demokrasi baru dipahami sempit. Haya terbatas pada pemilihan saja,”  kata pakar politik dari Fisipol UGM Yogyakarta, Cornelis Lay seusai pertemuan pakar politik internasional yang diselenggarakan Fisipol UGM, Senin (1/10/2018).

Pertemuan pakar politik ini diikuti puluhan ahli dari dalam dan luar negeri. Pertemuan yang berlangsung selama tiga hari mulai 26-29 September 2018 itu dikemas dalam workshop internasional bertemakan“Reflection on 20 Years ‘Reformasi’ in Indonesia” yang dilaksanakan di Prime PlazaHotel, Yogyakarta.

Cornelis Lay menuturkan, tujuan reformasi ini sebenarnya jauh lebih luas. Tidak hanya pada proses pemilihan semata, namun proses demokratisasi juga harus dicapai. Hal ini yang harus dipahami masyarakat dan tidak hanya akhir menjadi pemilihan.

Dekan Fisipol UGM, Erwan Agus Purwanto mengatakan, pertemuan para pakar politik ini bisa mendorong kemajuan hasil riset di bidang politik dan demokrasi. Hasil pertemuan ini nantinya akan dituangkan dalam jurnal ilmiah. Sehingga masyarakat akan bisa mengakses dan mengetahui hasil pertemuan secara lebih luas. “Bukan hal yang mudah untuk menciptakan jurnal akademik,” ucapnya.

Melalui workshop ini, kata dia, diharapkan mampu menciptakan tulisan yang baik dan berkualitas. Apalagi dengan model kerja sama yang baik dari semua pihak. “Tugas yang paling menantang adalah menciptakan tulisan yang baik dan berkualitas dengan model kerja sama yang baik,” ucapnya.

Ketua Penyelenggara Nanang Indra Kurniawan mengatakan, belasan pakar politik dari dalam dan luar negeri untuk membahas perkembangan politik dan demokrasi di Indonesia pasca-20 tahun reformasi. “Mereka (pakar politik) dikumpulkan untuk mendiskusikan kembali masalah dan capaian demokratisasi Indonesia setelah 20 tahun reformasi,” katanya.

 


Editor : Kastolani Marzuki