Distan dan Pangan Kulonprogo Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban

Kuntadi ยท Sabtu, 11 Agustus 2018 - 01:15 WIB
Distan dan Pangan Kulonprogo Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban

Puluhan ekor sapi yang akan dijadikan hewan kurban diperiksa intensif petugas Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

KULONPROGO, iNews.id – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulonprogo mulai mengintensifkan pemeriksaan hewan kurban. Pemeriksaan ini untuk memastikan kondisi hewan kurban benar-benar sehat dan layak dijadikan kurban.

Kabid Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, Drajat Purbadi mengatakan, ada 11 lokasi penampungan hewan kurban yang diperiksa petugas. Hasil pemeriksaan sementara kondisi semua hewan kurban sehat.

Pemeriksaan hewan kurban ini dilakukan di Perbukitan Menoreh, seperti di Girimulyo, Kalibawang, Kokap dan Pengasih. Semua hewan diperiksa secara teliti dari kondisi kesehatan luar, mulut dan matanya. Salah satunya untuk memastikan hewan dalam kondisi teriondikasi terkena cacing hati atai tidak. “Kita bagi ke dalam beberapa tim untuk memudahkan pemeriksaan,” kata Drajat, Jumat (10/8/2018).

BACA JUGA: Siapkan 170 Petugas, RPH Giwangan Gratiskan Pemotongan Hewan Kurban

Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Distan dan Pangan, Hari Suryanto mengatakan, saat ini, pemahaman dan pengetahuan masyarakat di perdesaan dalam menangani penyembelihan hewan kurban dinilai masih kurang. Karena itu, mereka perlu diberikan sosialisasi lebih intensif mulai dari teknik penyembelian, penanganan daging sampai dengan membersihkan jeroan. “Jangan sampai hewan kurban stres, cara merobohkan juga harus benar,” ujar Hari Suryanto. 

Menurut dia, di desa masih banyak masyarakat yang mencucui jeroan hewan kurban di sungai. Padahal cara itu tidak benar dan justru menjadikan daging lebih kotor. Idealnya, kata dia, membersihkan jeroan dilakukan dengan cara disemprot menggunakan air. 

Salah seorang pedagang hewan kurban, Sudarman mengatakan, harga sapi bervariasi mulai Rp18 juta sampai Rp23 juta per ekor. “Tergantung kondisi besar kecilnya sapi. Sedangkan untuk kambing antara Rp2,5 juta sampai dengan Rp3 juta per ekor,” katanya.

Setiap tahun, Sudarman mengaku bisa menjual hingga sepuluh ekor sapi dan belasan kambing. Biasanya, dia menawarkan kepada takmir masjid yang sudah menjadi langganan.


Editor : Kastolani Marzuki