Kasus Kepiting Tetap Berlanjut, Tersangka Terancam Denda Rp250 Juta

Kuntadi ยท Selasa, 04 September 2018 - 13:30 WIB
Kasus Kepiting Tetap Berlanjut, Tersangka Terancam Denda Rp250 Juta

Kepiting bakau berukuran jumbo yang ditangkap nelayan di Samas, Bantul berbuntut ke jalur hukum. (Foto: Antara)

BANTUL, iNews.id – Kasus jual beli kepiting yang menyeret dua orang tersangka yakni Tri Mulyadi (nelayan Samas) dan Supriyanto (pembeli), di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tetap lanjut ke proses hukum. Kedua tersangka terancam dikenai denda Rp250 juta lantaran terbukti menyalahi aturan tentang penangkapan kepiting.

Kabid Humas Polda DIY, AKBP Yulianto mengatakan, penyidik telah melakukan penanganan kasus ini sesuai mekanisme hingga keduanya ditetapkan sebagai tersangka. “Penyidik telah melakukan sesuai mekanisme dalam menetapkan tersangka,” kata singkat kepada wartawan, Selasa (4/9/2018).

Berdasarkan proses penyelidikan sampai dengan penetapan tersangka, dipastikan proses hukum ini akan berlanjut. Meskipun banyak pihak yang menaruh perhatian besar terhadap perkara ini. Polisi juga telah melakukan pemeriksaan hingga empat kali. Sampai akhirnya pada akhir Agustus penyidik menetapkan Tri Mulyadi alias Pencik sebagai tersangka.

BACA JUGA: KKP Turunkan Satgas 115 Pantau Kasus Jual Beli Kepiting di Bantul

Dari hasil pemeriksaan, Pencik terbukti telah menangkap kepiting di Laguna Pantai Samas. Hasil tangkapannya di bawah ketentuan yakni kurang dari 200 gram per ekor. Padahal, berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan perikanan Nomor 56/Permen KP/2016 tentang Larangan penangkapan atau Pengeluaran Kepiting, Lobster dan Rajungan, kepiting di bawah 2 ons atau 200 gram tidak boleh ditangkap. “Dari barang bukti yang diamankan, berat ataupun panjang karapas (cangkang) kurang dari aturan,” ucap Yulianto.

Selain Pencik, penyidik juga menetapkan Supriyanto yang merupakan pengepul kepiting sebagai tersangka. Dari penggeledahan di rumahnya ditemukan barang bukti sebanyak 56 ekor kepiting dengan total berat enam kilogram. Dari pengakuannya, kepiting ini dibeli dari Tri Mulyadi yang belakangan ikut ditetapkan sebagai tersangka. “Belum P21, berkasnya masih di tangan penyidik,” ucap Yulianto.

Meski menyandang status tersangka, keduanya tidak ditahan oleh penyidik. Kedua tersangka dikenakan wajib lapor ke penyidik sampai kasusnya dilimpahkan ke kejaksaan. Mereka akan dijerat dengan UU Nomor 31/2004 tentang Perikanan dan Permen Kelautan dan Perikanan Nomor 56 tahun 2016, dengan ancaman hukuman denda maksimal Rp250 juta. “Jadi kami tidak serta merta dalam menetapkan tersangka, tetapi sudah dengan proses panjang,” jelasnya.

Kasus penangkapan kepiting inipun menjadi viral. Sejumlah pihak turun tangan untuk melihat fakta di lapangan. Mulai dari tim relawan Jokowi, hingga Satgas 115 dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Bahkan Pemkab Bantul juga siap mengadvokasi kasus ini.


Editor : Himas Puspito Putra