6 Caleg Lengkapi Persyaratan Pascaputusan Ajudikasi Bawaslu Kulonprogo

Kuntadi ยท Selasa, 04 September 2018 - 18:39 WIB
6 Caleg Lengkapi Persyaratan Pascaputusan Ajudikasi Bawaslu Kulonprogo

Salah seorang caleg saat mengikuti sidang ajudikasi sengketa pemilu di Bawaslu Kulonprogo. (Foto: Dok.iNews.id)

KULONPROGO, iNews.id – Enam bakal calon anggota legislatif (caleg) dari empat partai politik (parpol) telah melengkapi kekurangan berkas dalam proses pencalegan ke Komisi pemilihan Umum (KPU) Kulonprogo.

Mereka dinyatakan lolos dan direkomendasikan Bawaslu masuk dalam daftar caleg sementara (DCS) dalam siding ajudikasi. Keenam caleg itu masing-masing, Mursanto dan Nur Aeni dari PKB, Sri Mulyono (Perindo), Eko Wibowo Santoso (Partai Golkar), dan dua caleg dari Partai Berkarya, Puryono dan Ratna Sari Dewi. 

Keenam caleg ini sudah melengkapi kekurangan syarat pencalonan mulai fotokopi ijazah, surat keterangan kesehatan, hingga keterangan bebas pidana maupun beberapa persyaratan lain yang kurang lengkap.

Ketua KPU Kulonprogo, Muh Isnaeni mengatakan, sesuai putusan Bawaslu Kulonprogo, ada enam caleg yang awalnya tidak memenuhi syarat (TMS) direkomendasi memenuhi syarat (MS) dan untuk dimasukkan ke dalam DCS. Satu caleg lainnya dari PDIP tetap tidak lolos dan permohonan pencalegan ditolak oleh Bawaslu.

“Sudah, empat parpol sudah melengkapi. Semuanya ada enam caleg. Satu caleg dari PDIP tidak direkomendasikan jadi tetap tidak masuk,” kata Muh Isnaeni, Selasa (4/9/2018).

BACA JUGA: 

Bawaslu Kulonprogo Gelar Sidang Ajudikasi Sengketa Pemilu 5 Parpol

Tolak Sengketa Pemilu PDIP, Bawaslu Loloskan Caleg PKB dan Perindo

KPU, kata Isnaini, segera membuat surat keputusan baru dalam penyusunan DCS dengan memasukkan keenam nama tersebut sesuai dengan dapil dan nomor urut yang diajukan oleh parpol.  “Tidak kita umumkan, hanya perubahan dengan menambah nama-nama tersebut. Tembusan ke parpol,” kata Isnaeni.

Ketua DPD Partai Berkarya, Ngadiman mengatakan proses pasca putusan sidang adjudikasi, partainya langsung melengkapi kekuranga syarat. Untuk Ratna Sari Dewi, hanya kurang ijazah karena dalam pemberkasan awal yang diserahkan adalah transkip nilai. Sedangkan Puryono juga menyerahkan surat legalisir sekolah. “Sudah clear. Kemarin sudah kita serahkan dua alat bukti untuk pencalegan,” ucap Ngadiman.

Dalam Pemilu 2019 mendatang, Berkarya tidak memasang target muluk. Mereka hanya mentargetkan satu kursi di setiap dapil untuk DPRD Kabupaten. Hal senada juga disampaikan Ketua DPD Partai Golkar Kulonprogo, Suharto. Erkas pencalonan yang kurang dari calegnya juga sudah diserahkan ke KPU Kulonprogo. “Sudah. Kita sudah beres, tinggal memaksimalkan langkah untuk pemilu dan pilpres nanti,” tandas anggota DPRD Kulonprogo ini.


Editor : Kastolani Marzuki