Bangkai Pesawat Microlight Dipindahkan ke Hanggar FASI Yogyakarta

Kismaya Wibowo ยท Rabu, 05 September 2018 - 00:35 WIB
Bangkai Pesawat Microlight Dipindahkan ke Hanggar FASI Yogyakarta

Pesawat microlight PK S160 dievakuasi ke Hanggar FASI Adisutjipto Yogyakarta. (Foto: iNews.id/Kismaya Wibowo)

GUNUNGKIDUL, iNews.id – Bangkai pesawat ringan microlight seri PK S 160 yang jatuh dan menyangkut di pohon di Dusun Gading, Gunungkidul, DIY sudah dievakuasi ke Hanggar Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Adisutjipto, Yogyakarta, Selasa (4/9/2018).

Evakuasi bangkai pesawat nahas tersebut memakan waktu selama dua jam karena petugas harus memotong sayap pesawat. Pesawat yang diawaki dua orang, salah satunya vokalis band Endank Soekamti, Erix Soekamti itu dipindahkan menggunakan sebuah mobil, serta alat pengangkut pesawat.

Ketua Jogja Flying Club (JFC), Candra Agus Budiman mengatakan, permasalahan mesin menjadi penyebab jatuhnya pesawat yang diawaki vokalis band Erix Soekamti.

Candra menerangkan, sebelum insiden tersebut terjadi, Erix Soekamti berlatih terbang didampingi instruktur penerbang berpengalaman dari JFC, Faslan Havisha. Saat latihan terbang, Erix posisinya sebagai co pilot dan Faslan sebagai pilot.

BACA JUGA:

Pesawat Ultralight Jatuh, Vokalis Endank Soekamti dan Pilot Selamat

Ini Penyebab Jatuhnya Pesawat Microlight yang Diawaki Erix Soekamti

Candra menjelaskan, sesuai prosedur, baik Erix maupun Faslan yang merupakan anggota JFG melakukan briefing sebelum latihan rutin dan cek kesehatan. Tak hanya itu, pesawat pribadi milik Erix Soekamti tersebut juga telah dilakukan pengecekan dan dinyatakan layak terbang.

“Namun, pada saat terbang di atas langit Gunungkidul atau tepatnya di ketinggian 5.000 kaki tiba-tiba pesawat mengalami mesin mati atau engine failed dan pilot men-declare emergency, serta memutuskan untuk mendarat darurat di Landasan Gading,” kata Candra.

Sesuai prosedur, kata dia, ketika pesawat tidak bisa sampai ke landasan pilot wajib mencari tempat aman untuk mendarat bukan di perumahan atau tidak ada korban di bawah. “Puji Tuhan, aman semua pilot dan copilot dalam keadaan baik dan hanya pesawat saja yang mengalami kerusakan karena pesawat kena sangkut di atas pohon,” tuturnya.

Candra menambahkan, sebelum pesawat jatuh kondisi cuaca sangat baik dengan kecepatan angin 10 knot. Pihak JFC bersama FASI dan Lanud Adisutjipto akan melakukan investigasi lebih lanjut terkait jatuhnya pesawat tersebut.


Editor : Kastolani Marzuki