UGM Produksi Film Tengkorak dengan Efek Visual Setara Hollywood

Kuntadi ยท Rabu, 05 September 2018 - 21:20 WIB
UGM Produksi Film Tengkorak dengan Efek Visual Setara Hollywood

Civitas UGM Yogyakarta pose bersama dalam peluncuran Film "Tengkorak" yang akan dirilis di seluruh bisokop Oktober 2018. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

YOGYAKARTA, iNews.id – Civitas akademika Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta sukses memproduksi film “Tengkorak”. Film bergenre fiktif ini akan diputar di bioskop-bioskop pada Oktober 2018 mendatang. Bahkan film ini juga akan diputar dalam Tiga Film Festival di Asia dan internasional.

Film Tengkorak ini lebih banyak menggunakan efek visual. Tercatat ada 127 efek visual yang digunakan dan tidak kalah dengan film-film yang diproduksi di Hollywood. Bahkan pembuatan film ini menghabiskan waktu hingga empat tahun.

“Saya jamin belum pernah ada film Indonesia lainnya yang seperti ini,” ujar Sutradara Film Tengkorak, Yusron Fuadi saat konferensi pers di Ruang Fortakgama, UGM, Rabu (5/9/2018).

Dia menjelaskan, film ini lebih banyak menggunakan kalangan civitas akademika UGM. Tidak ada artis besar maupun produser yang berada di belakang proses produksi. Hal ini menjadikan tantangan tersendiri. Apalagi film ini juga tidak banyak melibatkan figuran. Namun dengan teknologi visual effect semuanya bisa diselsaikan dengan baik dan menarik untuk disaksikan. “Dana yang dipakai minim, tetapi kualitas penggarapan diapresiasi, bahkan mendapat penghargaan internasional,” katanya. 

Pengambilan gambar dilakukan di beberapa lokasi di DIY. Termasuk di lereng Gunung Merapi. Selain itu, Gunung Bromo, Surabaya, Jakarta hingga Singapura. 

Eksekutif Produser Wikan Sakarinto mengatakan film dengan genre fiksi ilmiah jarang diproduksi dalam film layar lebar. Jarang sekali ada tontonan di bioskop yang mengambil tema fiksi ilmiah. Ini menjadi tantangan yang cukup berat hingga akhirnya menggunakan visual effect. “Kita benar-benar bekerja dari nol, untuk membuat visual effect agar setara dengan film Amerika,” ujar Wikan.

Agar hasil lebih maksimal, tim harus membeli komputer khusus untuk teknologi visual effect. Begitu juga animator bekerja dari nol untuk belajar sampai dengan berhasil. Film garapan dosen dan mahasiswa vokasi UGM ini diminati sineas Tanah Air untuk bekerja sama menggarap film ini.

Film tengkorak menceritakan temuan tengkorak raksasa di sebuah bukit sepanjang dua kilometer. Temuan ini pun menggemparkan dunia dan banyak pihak yang ingin mengungkap asal usul tengkorak. Namun misteri tengkorak ini belum juga terpecahkan, untuk mengubah sejarah dunia.

Di sinilah muncul Eka yang diperankan oleh Eka Nusa Pertiwi seorang mahasiswa. Dia mendapatkan petunjuk asal keberadaan tengkorak itu. Eka pun akhirnya menjadi buruan banyak orang dengan kepentingan masing-masing. Ke mana pun dia pergi diikuti dan menjadi target pembunuhan.

Namun, Eka selalu mendapat pengawasan dan perlindungan dari sekelompok orang yang ingin menjaga kerahasiaan atas data agar tidak jauh ke pihak yang tidak bertanggung jawab.


Editor : Kastolani Marzuki