Kulonprogo Olah Sampah Plastik Kresek Jadi Campuran Aspal

Kuntadi ยท Kamis, 06 September 2018 - 03:11 WIB
Kulonprogo Olah Sampah Plastik Kresek Jadi Campuran Aspal

Wakil Bupati Kulonprogo, Sutedjo didampingi tim Balitbang Kementerian PUPR saat melihat mesin pencacah sampah plastik. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id – Pemerintah (Pemkab) Kulonprogo memiliki cara mengatasi sampah sampah anorganik yang tidak bisa busuk dan tidak bisa didaur ulang. Saat ini, pemkab sedang mengembangkan pengolahan sampah plastik menjadi bahan campuran aspal.

Pengolahan sampah plastik kresek ini dikembangkan oleh Bank Sampah Induk Duawar Sejahtera yang terletak di Kroco, Sendangsari, Kecamatan Pengasih. Sampah plastik ini diolah dengan mesin pencacah bantuan dari Balai Penelitian dan Pengembangan Penerapan Tekonologi Jalan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR).

Sampah plastik yang keluar dengan lebar maksimal 4 milimeter ini menjadi bahan campuran, dalam pengolahan aspal mixing plant (AMP). “Program ini untuk menangani limbah sampah khususnya plastik,” kata Kepala Balai Litbang Satriyo Sang Raksono, di sela-sela peresmian Bank Sampah Duawar Sejahtera dan uji coba mesin pengolah sampah plastik, Rabu (5/9/2018).

Sebelumnya, Balai Litbang telah melakukan serangkaian penelitian sampah plastik bisa dijadikan bahan perkerasan jalan. Rencananya sampah hasil produksi ini akan dipakai untuk rehabilitasi jalan di ruas Jalan Raya Sentolo-Nanggulan-Dekso. “Kenggulan aspal dengan campuran plastik ini kondisi jalan akan lebih stabil,” katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kulonprogo, Arif Prastowo mengatakan di Kulonprogo ada tiga bank sampah induk yang dibantu dengan alat pencacah sampah plastik. Total ada 84 bank sampah dan yang aktif hanya 37 unit. Untuk merehabilitasi ruas Jalan Sentolo-Nanggulan, diperluka sampah plastik dengan berat 8,5 ton.

Karena itu, kata Arif, DLH terus berupaya agar kebutuhan sampah plastik bisa teratasi. Salah satunya dengan mengumpulkan sampah dan limbah pasltik dari kalangan pelajar. Saat ini, sudah terkumpul sampah plastik seberat1,2 ton. “Jadi siswa SD sampai dengan SMA/SMK kita ajak untuk mengumpulkan sampah,” kata Arif.

Wakil Bupati Kulonprogo, Sutedjo, menyambut baik adanya langkah pengolahan sampah plastik menjadi campuran aspal. Di Kulonprogo saat ini terus berupaya untuk melakukan pengolahan sampah untuk mewujudkan 2025 Kulonprogo bebas dari sampah.

Pengolahan sampah, sudah mulai dilkaukan oleh bank sampah yang tersebar di masyarakat. Pemerintah juga mengurangi keberadaan kontainer sampah di tengah perkotaan. Penanganan ini diikuti dengan sosialisasi dan pengolahan sampah dengan metode reuse, reduce dan recycle. “Ternyata di dalam sampah itu ada nilai ekonomi. Sampah bukan hanya sampah sisa yang tak bernilai,” tandasnya.


Editor : Kastolani Marzuki