Ditolak Menikah, Pemuda di Sleman Aniaya Pacar hingga Babak Belur

Priyo Setyawan, Sindonews ยท Kamis, 06 September 2018 - 13:36 WIB
Ditolak Menikah, Pemuda di Sleman Aniaya Pacar hingga Babak Belur

YP, pemuda asal Secang, Magelang, yang ditangkap polisi lantaran menganiaya kekasihnya hingga babak belur. (Foto: Sindonews/Priyo Setiawan)

SLEMAN, iNews.id – Seorang pemuda di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tega menganiaya pacarnya sendiri hingga babak belur. Masalahnya, sang pacar menolak ajakannya menikah lantaran sudah dekat dengan laki-laki lain. Pelaku akhirnya dicokok polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Pelaku atas nama YP (21) warga Secang, Magelang, Jawa Tengah, itu tega menganiaya pacarnya sendiri warga Triharjo, Sleman berinisial NK (18). Diduga YP sakit hati sebab NK yang sudah dilamar tidak mau dinikahi dan justru dekat dengan pria lain.

Kapolsek Sleman Kompol Sudarno mengatakan YP sebenarnya sudah melamar NK pada Juli 2018 lalu. Untuk kebutuhan pernikahan, YP bekerja di Bali sebagai tenaga serabutan. Suatu hari saat membuka akun facebook miliknya, YP mendapati pacarnya foto berdua dengan laki-laki lain.

Melihat hal itu, YP pulang ke rumah NK menanyakan perihal foto tersebut, sekaligus untuk menagih janji untuk menikahinya. "Namun tanpa sebab yang jelas, korban justru menolak pelaku dan membatalkan pernikahanya dengan berbagai alasan," kata Sudarno, Kamis (6/9/2018).

Keduanya pun terlibat cekcok. Tersulut emosi, YP lalu menarik NK hingga terjatuh. Dia lalu mendaratkan beberapa kali pukulan dan tendangan ke kepala NK. Akibatnya, korban mengalami luka di bagian rahang dan pelipis, sehingga harus dilarikan ke rumah sakit. "Keluarga NK yang tidak terima melaporkan kasus tersebut ke Polsek Sleman," ucap Sudarno.

Menurut Sudarno, pihaknya sebenarnya telah melakukan mediasi sebelum membawa kasus ini ke proses hukum. Hanya saja tidak terjadi titik temu. YP pun akhirnya ditahan di Mapolsek Sleman. "YP kami jerat dengan Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun kurungan penjara," katanya.

Sementara itu, pelaku mengaku nekat menganiaya pacarnya karena merasa jengkel dan emosi. Dia tak terima NK membatalkan rencana pernikahan mereka secara sepihak. "Padahal semua sudah saya berikan termasuk membiayai hidupnya,” katanya.


Editor : Himas Puspito Putra