DIY Alami Deflasi 0,26 %, BI: Ini Keberhasilan TPID Stabilkan Harga

Kuntadi ยท Kamis, 06 September 2018 - 16:51 WIB
DIY Alami Deflasi 0,26 %, BI: Ini Keberhasilan TPID Stabilkan Harga

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

YOGYAKARTA, iNews.id – Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami deflasi 0,26 persen pada Agustus. Ini merupakan kali pertama terjadi sepanjang 2018, dengan laju inflasi tahunan 3,03 persen.

Kepala Perwakilan (Kpw) Bank Indonesia (BI) DIY Budi Hanoto mengatakan, keberhasilan ini tak lepas dari peran Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang aktif memantau harga dan distribusi pasokan barang. “Sinergitas ini akan terus kami tingkatkan agar target inflasi 2018 3,5 persen bisa tercapai,” kata Budi, Kamis (6/9/2018).

Dia menjelaskan, harga telur ayam dan tiket pesawat yang turun menjadi salah satu pemicu utama terjadinya deflasi. Selain itu dijabarkan, komponen bahan makanan memberikan andil yang cukup besar dalam menekan inflasi. Ini dipengaruhi dari menurunnya komoditas telur ayam, bawang merah dan juga cabai rawit.

Sebelumnya harga telur ayam terkerek cukup tinggi karena banyaknya permintaan dan tersendatnya pasokan. Belakangan pasokan telur dari Jawa Timur (Jatim) lancar dan dengan adanya operasi pasar. “Petani di Bantul juga panen bawang merah. Di Kulonprogo dan Sleman cabai rawit juga panen sehingga menurunkan harga komoditas ini,” ujarnya.

Deflasi tahun ini juga dipengaruhi turunnya tarif anggkutan udara dalam enam bulan terakhir. Sejumlah maskapai kembali menurunkan tarifnya setelah arus mudik lebaran.

Sejumlah produk yang selama ini memberikan andil besar pada inflasi juga cukup stabil, bahkan cenderung menurun. Inflasi DIY banyak dipengaruhi biaya pendidikan, dari jenjang SD sampai SMA, selain juga dipengaruhi meningkatnya harga daging ayam ras.


Editor : Donald Karouw