Dikunjungi Komisi I DPR, BLK Kulonprogo Keluhkan Bandwitdh Internet

Kuntadi · Kamis, 06 September 2018 - 19:54 WIB
Dikunjungi Komisi I DPR, BLK Kulonprogo Keluhkan Bandwitdh Internet

Anggota Komisi I DPR saat melihat langsung fasilitas internet di BLK Kulonprogo. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memfasilitasi penyediaan jaringan internet di Balai Latihan Kerja (BLK) Kulonprogo. Tempat ini menjadi salah satu tempat pendidikan dan pelatihan bagi calon tenaga kerja agar siap bersaing di dunia kerja.

Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Anang Latif mengatakan, BLK Kulonprogo menjadi salah satu proyek percontohan dari kementerian dalam penyediaan fasilitas internet.

Salah satu program pelatihan yang ada di BLK berkaitan dengan akses internet. Sehingga disiapkan fasilitas internet sesuai dengan kebutuhan dalam pelatihan. "Tadi keluhan pada kecepatan bandwidth, nanti akan kita tambah agar aksesnya lebih cepat," kata Anang saat menerima monitoring Komisi I DPR dalam program pelayanan internet di BLK Kulonprogo, Kamis (6/9/2018). 

Menurut Anang, dalam era digital internet telah menjadi kebutuhan utama masyarakat. Tidak hanya masyarakat di tengah kota namun sudah menyasar di pinggiran. Bahkan di pelosok desa permintaan akses internet ada.   

BAKTI juga melakukan penyediaan sarana internet desa. salah satunya dilaksanakan di Desa Sukoreno, Kecamatan Sentolo. Warga bisa mengakses jaringan internet di kantor desa, agar lebih melek teknologi. Bahkan internet diharapkan menjadi salah satu upaya cara untuk memasarkan produk. "Bakti bertugas menyediakan jaringan internet  beberapa wilayah yang tergolong 3T. Tertinggal, Terpencil, Terdepan," tuturnya.

Di Kulonprogo, dalam penyediaan layanan internet, kata Anang, BAKTI bekerja sama dengan PT Sarana Insan Muda Selaras (SIMS). Selain di Kulonprogo, program ini juga dilaksanakan di BLK Bantul, UPT BLK Sleman, lima titik di Gunungkidul yakni UPT BLK Gunung Kidul, Kantor Desa Kampung, Kantor Desa Balerharjo, SD Mulusan Paliyan Kenteng, dan SD Pampang II Paliyan. "Akses tersebut sudah on air sejak 2015 dan 2016," ucapnya.

Ketua Komisi I DPR Abdul Haris mengatakan, kunjungan di BLK Kulonprogo dan Desa Sukoreno untuk melihat pelaksanaan program internet ini. Mereka ingin tahu sejauh mana pelaksanaan program, kendala dan manfaat di masyarakat.

"Kita ingin melihat dan monitoring progam ini, seperti apa pemanfaatan dan realita di lapangan. Jadi kita fokus pada penyediaan internet kalau kaitan program pelatihan BLK di luar bidang kita," tuturnya. 

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kulonprogo Eko Wisnu Wardana mengatakan angka pengangguran terbuka di Kulonprogo sebanyak 1,99 persen. Mereka membutuhkan informasi lowongan pekerjaan sesuai kemampuan yang mereka miliki. "Kita snagat butuh bantuan internet agar bisa diakses di seluruh pelosok desa," ucap Eko. 


Editor : Kastolani Marzuki