Relawan Jokowi Gelar Mancing Massal 10 Ton Lele di Selokan Mataram

Heru Trijoko ยท Minggu, 09 September 2018 - 17:24 WIB
Relawan Jokowi Gelar Mancing Massal 10 Ton Lele di Selokan Mataram

Ribuan warga mengikuti mancing massal ikan lele di sepanjang Selokan Mataram Yogyakarta, Minggu (9/9/2018). (Foto: iNews.id/Heru Trijoko)

YOGYAKARTA, iNews.id - Ribuan warga mengikuti mancing massal yang diselenggarakan relawan Jokowi-KH Ma’ruf Amin untuk kemuliaan Indonesia (Rejomulia) di Selokan Mataram, Yogyakarta, Minggu (9/9/2018).

Mereka berlomba-lomba memancing untuk mendapatkan 10 ton ikan lele dumbo yang disebar di area Selokan Mataram sepanjang 25 kilometer.

Koordinator acara mancing massal, Widihasto Wasana Putra mengatakan, selain untuk ajang konsolidasi relawan pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin, kegiatan tersebut sekaligus memperingati momentum bersejarah bergabungnya Kasultanan Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman ke Republik Indonesia.

“Kegiatan ini juga untuk mengenang jasa Sri Sultan Hamengkubuwono (HB) IX dalam membangun Selokan Mataram pada zaman penjajahan Jepang tahun 1942 silam,” katanya.



Dia mengatakan, mancing massal ini sengaja digelar di Selokan Mataram karena selokan ini sangat bersejarah. Selokan yang dibangun oleh Sri Sultan HB IX pada 1942 silam itu hingga kini masih berfungsi baik. “ Selokan ini juga menjadi salah satu irigasi yang sangat bermanfaat bagi masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya,” ucapnya.

Widhiasto menambahkan, panitia menyediakan sekitar 10 ton ikan lele dumbo varietas mutiara di sepanjang area Selokan Mataram mulai dari Tempel Selatan melintasi kawasan Kampus UGM Yogyakarta hingga ke arah Maguwoharjo, Sleman.

Dia mengatakan, sebanyak 10 ton ikan lele yang disebar di Selokan Mataram ini sudah melalui uji sertfikiasi nasional. "Kemarin kami ketemu otoritas karantin ikan. Dan ini gak membahayakan ekosistem sungai dan di Selokan Mataram sendiri gak ada ikan lokal," katanya. 

Peryataan Widhiasto itu sekaligus mengklarifikasi pihak yang mengkritik penebaran benih ikan lele di Selokan Mataram karena dinilai akan mengacaukan ekosistem ikan di selokan tersebut.


Editor : Kastolani Marzuki