2 Begal Sadis Pembacok Pedagang Pasar di Kulonprogo Ditangkap Polisi

Budi Utomo · Senin, 10 September 2018 - 19:39 WIB
2 Begal Sadis Pembacok Pedagang Pasar di Kulonprogo Ditangkap Polisi

Kapolres Kulonprogo, AKBP Anggara Nasution menunjukkan barang bukti berupa celurit dari tangan dua pelaku begal yang ditangkap, Senn (10/9/2018). (Foto: iNews.id/Budi Utomo)

KULONPROGO, iNews.id - Jajaran Satreskrim Polres Kulonprogo menangkap dua pelaku begas sadis yang membacok seorang pedagang pasar, Senin (10/9/2018) dini hari. Kedua pelaku yakni, Reni Farisa (24) dan Aryo Budi Hermanto (22) keduanya warga Mantrijeron, Kota Yogyakarta.

Dua pelaku yang masing-masing bekerja sebagai pemasang tower internet dan pedagang bakso tusuk itu beraksi di wilayah Dukuh Kenteng, Desa Demangrejo, Kecamatan Sentolo.

Kapolres Kulonprogo, AKBP Anggara Nasution mengatakan, penangkapan kedua pelaku bermula dari pengembangan penyelidikan berdasarkan keterangan korban. Sejumlah ciri-ciri menjadi bekal hingga mengerucut mengarah kepada kedua pelaku.

“Kedua pelaku ini merampas tas berisi uang sebesar Rp700.000 milik korban atas nama Sudinem (48), warga Bumirejo, Kecamatan Lendah. Korban sata itu ketika hendak berangkat ke Pasar Wates. Pelaku juga sempat membacok tangan kanan korban dengan celurit,” katanya dalam gelar perkara kasus begal di Mapolres Kulonprogo, Senin (10/9/2018).

BACA JUGA: Begal Kembali Beraksi di Kota Bandung, Ibu dan Anak Jadi Korban



Selain menangkap dua pelaku, kata dia, tim penyidik juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit sepeda motor Yamaha Mio nopol AB 3545 CA, dua bilah senjata tajam berupa clurit dan parang, dua unit telepon genggam, helm dan jaket. “Seluruh barang bukti yang disita merupakan barang-barang yang digunakan kedua pelaku untuk beraksi. Sebelumnya, Reni Farisa ini sempat ditahan di Polres Sleman pada tahun 2012 lalu. Dia terjerat kasus pemakaian sabu dan ditahan selama 2 tahun 2 bulan,” katanya.

Salah satu pelaku, Aryo Budi Hermanto mengaku nekat ikut membegal karena hasil penjualan bakso tusuk di kawasan Kampus UMY tidak mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. “Uang hasil membegal korban saya pakai untuk keperluan sehari-hari. Saya baru kali ini ikut mbegal, Pak. Saya juga gak sengaja membacok tangan korban,” katanya.



Menurut Aryo, ketika beraksi, dirinya ia berperan sebagai pemetik serta sempat mengayunkan celurit hingga melukai tangan korban. Akibat perbuatannya, Aryo dan Reni terancam hukuman 12 tahun penjara. Keduanya dijerat Pasal 365 ayat 1 tentang Pencurian dengan Pemberatan (Curat).


Editor : Kastolani Marzuki