Jaringan Listrik di Kawasan Pantai Glagah Akan Diputus, Warga Menjerit

Kuntadi ยท Rabu, 12 September 2018 - 11:31 WIB
Jaringan Listrik di Kawasan Pantai Glagah Akan Diputus, Warga Menjerit

Warga menubjukkan urat pemutusan jaringan listrik di kawasan Pantai Glagah. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id – Para pelaku usaha di kawasan Pantai Glagah, Kabupaten Kulonprogo, DIY, resah menyusul rencana pemutusan jaringan listrik PLN yang melintas di area izin penetapan lokasi (IPL) Bandara Baru Yogyakarta (New Yogyakarta International Airport/NYIA). Pemutusan tersebut dikhawatirkan akan mematikan usaha warga karena tidak ada lagi pasokan listrik.

“Sebelumnya tidak ada pemberitahuan atau sosialisasi, tahu-tahu disurati listriknya akan diputus,” kata Ketua Paguyuban Pedagang Pondok Laguna, Glagah, Subari, Rabu (12/9/2018).

Selama ini, kata dia, sepanjang Pantai Glagah di sisi timur Joglo labuhan sampai muara Sungai Serang, menjadi tempat usaha warga sekitar, mulai dari warung, rumah makan, hingga hotel dan penginapan. Lokasinya berada tepat di selatan IPL NYIA. Listrik yang mengaliri tempat usaha itu dipasok dari jaringan yang melintas di lokasi IPL sehingga ketika akan dibangun untuk runway bandara, dipastikan tiang dan jaringan listrik akan di putus.

Menurutnya, warga telah menerima surat pemberitahuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo dengan Nomor 330/4627 perihal pemutusan listrik yang ditandatangani Sekretaris Daerah (Sekda) Kulonprogo atas nama Bupati bertanggal 4 September 2018. Surat itu diterima pada Selasa (4/9/2018) lalu.  Selang sehari Satpol PP juga memasang papan pengumuman di warung-warung dan penginapan.   

“Kalau tidak ada listrik usaha kami bisa bubar. Kami butuh adanya pasokan listrik,” ujar Subari yang juga pemilik rumah makan seafood itu.

Selama ini warga mendukung rencana pembangunan bandara di Kulonprogo. Banyak di antara mereka yang tergusur IPL dan kembali dari nol membangun usaha. “Semestinya ada pemberitahuan dulu atau membuat jalur listrik alternatif dari sisi timur,” kata dia.

Ketua Paguyuban Wisata Mandiri Maju Bersama, Sarino mengatakan kelompok ini menaungi 19 pemilik penginapan. Usaha yang mereka jalankan sudah pasti tergantung listrik PLN, sehingga mereka berharap ada solusi sebelum dilakukan pemutusan.

“Kami sudah sampaikan keberatan ini kepada wakil bupati, dan meminta dibuatkan jaringan dari timur,” ujar Sarino. 

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kulonprogo, Sumiran mengatakan pemutusan listrik dilakukan setelah ada permintaan dari PT Angkasa Pura I sebagai pemrakarsa pembangunan NYIA. Tiang yang akan diputus berada di dalam IPL, dan akan menggaggu penerbangan.

“Untuk itu jaringan harus diputus dan tiang yang ada harus dirobohkan. Listrik itu harus diputus karena mengganggu runway,”kata Sumiran.  

Atas permasalahan warga, Pemkab Kulonprogo akan berkoordinasi dengan PT Angkasa Pura I dan juga PT Pembangunan Perumahan (PP) dan PLN.  (Kuntadi)


Editor : Muhammad Saiful Hadi