Kemarau Panjang, Warga di Gunungkidul Gunakan Air Sungai Berlumut

Kismaya Wibowo, Kuntadi · Rabu, 12 September 2018 - 14:38 WIB
Kemarau Panjang, Warga di Gunungkidul Gunakan Air Sungai Berlumut

Ilustrasi sungai yang mulai mengering. (Foto: Antara/Aditya Pradana Putra).

GUNUNGKIDUL, iNews.id – Warga Ngalang, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, DIY, terpaksa memanfaatkan air sungai yang sudah berlumut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, akibat musim kemarau kian parah. Warga mengaku terpaksa memanfaatkan air tersebut karena mata air yang biasa digunakan sudah mengering.

Menurut salah seorang warga, Wahyuningsih kemarau panjang yang melanda Gunungkidul, sudah dirasakan sejak empat bulan lalu. Saat ini, kata dia, warga terpaksa mengambil air dari Sungai Oya meskipun tak layak untuk digunakan. Warga juga harus berjalan hingga beberapa kilometer untuk mengambil air tersebut.

“Bagaimana lagi, tidak ada air lagi. Pasokan PDAM sudah tidak merata karena banyak wilayah yang kering,” kata Wahyuningsih, Rabu (12/9/2018).

Dia menjalaskan pada awal musim kemarau, warga masih berusaha membeli air bersih dan sebagian lagi mengandalkan dropping air bersih dari pemerintah. Namun kian lama pasokan air dari pemerintah juga semakin terbatas, sedangkan harga air bersih semakin mahal Rp300.000 per tangki. “Kalau pakainya irit bisa satu bulan,” ujarnya.

Wahyuningsih mengatakan air bersih tersebut biasanya dipakai untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum. Sedangkan untuk mandi, mencuci dan memberi minum ternak warga menggunakan air dari Sungai Oya. 

Kepala Desa Ngalang, Kaderi mengatakan wilayahnya membawahi 14 dusun. Enam dusun di antaranya sudah dialiri air PDAM, hanya saja air tidak setiap hari mengalir dengan datangnya musim kemarau. Sedangkan enam desa lainnya menggunakan air dari sumur. 

Menurutnya, pemerintah desa, sudah menyiapkan dana untuk membantu warga dalam mengatasi kekeringan tersebut salah satunya yaitu dropping air bersih. Desa juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). “Sudah, desa sudah cadangkan dana khusus mengantisipasi kekeringan ini,” kata Kaderi.


Editor : Muhammad Saiful Hadi