Buntut Keributan di Kafe, Warga Papua Tenteng Senjata Tajam di Seturan

Kuntadi ยท Rabu, 12 September 2018 - 20:37 WIB
Buntut Keributan di Kafe, Warga Papua Tenteng Senjata Tajam di Seturan

Kapolres Sleman AKBP Firman Lukmanul Hakim ikut melakukan pengawalan dalam aksi warga Papua di Seturan, Sleman, DIY, Rabu (12/9/2018). (Foto: iNews.id/Kuntadi)

SLEMAN, iNews.id – Puluhan warga asal Papua berjalan sambil menenteng senjata tajam di wilayah Seturan, Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, DIY, Rabu (12/9/2018). Aksi itu diduga dipicu perkelahian antara warga Papua dengan warga asal Ambon di salah satu kafe di Seturan yang mengakibatkan dua warga Papua terluka dan dirawat di rumah sakit.

Warga yang didominasi remaja ini berjalan sambil berteriak, memenuhi bahu jalan di sekitar Seturan dan Selokan Mataram. Akibatnya, arus lalu lintas tersendat dan banyak pengguna jalan yang memilih menghindari wilayah itu. Apalagi mereka membawa panah lengkap dengan busur, senjata tajam, dan tongkat besi.

Namun, aksi mereka berhasil diredam oleh petugas Kepolisian dan TNI yang bergerak cepat. “Ini buntut keributan semalam di kafe antara warga Papua dan Ambon,” ujar Kapolres Sleman AKBP Firman Lukmanul Hakim yang langsung turun di lokasi.

Untuk menghindari keributan, polisi juga memediasi pertemuan antara kedua belah pihak. Langkah ini dilakukan untuk meredam emosi warga yang sudah berjalan sambil membawa senjata. Polisi juga melakukan pengawalan di jalan.

“Sebelumnya telah dilakukan pertemuan dan mereka ngotot mau jalan. Kami izinkan, syaratnya mereka tidak membuat keributan dan perusakan. Jadi mereka ini kami kawal, bukan diamankan,” tutur Firman.

Dalam pengawalan ini, Polres Sleman menerjunkan 300 personelnya. Mereka juga didukung oleh personel TNI . “Kami backup polisi dengan menurunkan satuan SST (satuan setingkat peleton),” tutur Komandan Kodim 0732 Sleman, Letkol Inf Diantoro.

Informasi yang dihimpun di lapangan, Rabu (12/9/2018) sekitar pukul 02.30 WIB, terjadi keributan di salah satu kafe di Seturan. Akibatnya terjadi perkelahian yang melibatkan dua warga dari wilayah timur Indonesia, yakni warga asal Papua dan Ambon, Maluku. Dalam kejadian tersebut, dua warga Papua mengalami luka-luka akibat sabetan senjata tajam. Saat ini, keduanya masih dirawat di salah satu rumah sakit.

Sementara Kapolsek Depok Barat Kompol Sukirin Haryanto mengaku sampai Rabu (12/9/2018) siang, belum ada laporan kepolisian yang dibuat akibat peristiwa di kafe itu. Meski belum ada saksi yang diperiksa, pihaknya telah mengumpulkan barang bukti dari kafe di daerah Seturan. Polisi juga telah melihat kondisi korban di rumah sakit. “Ada luka tusukan di dada sebelah kanan, ya korbannya dari Papua. Tidak tahu di kafe itu mabuk atau tidak,” ujarnya.


Editor : Maria Christina