Pencairan Dana Tali Kasih Tunggu Data Lengkap Penggarap Lahan PAG

Kuntadi ยท Kamis, 13 September 2018 - 15:23 WIB
Pencairan Dana Tali Kasih Tunggu Data Lengkap Penggarap Lahan PAG

Warga terdampak pembangunan Bandara baru Yogyakarta saat menggelar aksi di perempatan Glagah, Kecamatan Temon, beberapa waktu lalu. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id – Asa para petani penggarap lahan Pakualam Ground (PAG) di lokasi bandara baru Yogyakarta (New Yogyakarta International Airport/NYIA) mendapat dana tali kasih masih sulit diwujudkan. Sampai saat ini, data petani penggarap mau pun yang membuka usaha di lahan itu belum ada. Setelah tuntas, mereka dipastikan mendapat dana tali kasih.

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kulonprogo Heriyanto mengatakan, masih mendata dan merumuskan teknis dan mekanisme pembayaran. “Banyak data yang harus dikonfirmasi. Kami harus hati-hati agar tidak menjadi masalah di kemudian hari," ujarnya, Kamis (13/9/2018).

Dia mengungkapkan, agar data lebih valid, lima kepala desa terdampak pembangunan bandara akan dikumpulkan untuk proses pendataan. Hasilnya akan disinkronkan dengan data dari paguyuban petani penggarap. Setelah itu dicroscek kembali dengan data dari Badan Pertanahan negara (BPN).

"Pendataan dan mekanisme pencairan harus jelas. Di sini peran paguyuban sangat dibutuhkan," katanya.


BACA JUGA:

Ratusan Warga di Kulonprogo Desak Pencairan Dana Tali Kasih

Soal Pencairan Tanah PAG, Fraksi PAN DIY Sebut Rentan Rugikan Negara


Kepala Desa Glagah Agus Parmono menuturkan, di wilayahnya ada lebih dari 150 petani penggarap. Sebagian memanfaatkan lahan untuk pertanian meski ada juga yang dipakai untuk ruang usaha. Mulai dari penginapan, rumah makan mau pun hunian tempat tinggal.

Sejumlah warga ini sebagian datanya sudah ada di desa. Mereka juga pernah mendapatkan dana kompensasi berupa tanaman pohon maupun bangunan dan sarana pendukung lingkungan lainnya. Sementara atas tanahnya tidak diberikan karena bukan milik mereka. Kompensasi atas tanah iitu akan diberikan dalam dana tali kasih dari Kadipaten Puro Pakualaman.

Sementara itu Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mengaku sempat bertemu dengan Pakualam X untuk membicarakan masalah tersebut. Prinsipnya sudah dicadangkan dana dari Pakuakaman untuk warga penggarap. Warga hanya diminta untuk mengedepankan rasa sosial. Jangan sampai ada yang diuntungkan namun ada juga yang dirugikan. Justru ketika ada warga yang miskin perlu diberikan lebih.

"Harus ada kepedulian sosial, jangan sampai muncul istilah "asu gedhe menang kerahe" (yang kuat, yang menang)," ujar Hasto.

Sesuai kesepakatan awal dana yang dipersiapkan untuk warga nilainya mencapai Rp25 miliar. Dana ini untuk diberikan kepada warga penggarap lahan PAG seluas 160,2 hektare di Desa Glagah Desa Palihan, Desa Sindutan dan Desa Jangkaran. Sesuai rata awal di lahan itu ada 627 penggarap.


Editor : Donald Karouw