Sudah Setahun Dibangun, Rusunawa Tuksono di Kulonprogo Tak Berpenghuni

Kuntadi ยท Kamis, 14 September 2018 - 16:17 WIB
Sudah Setahun Dibangun, Rusunawa Tuksono di Kulonprogo Tak Berpenghuni

Rusunawa Tuksono yang berada di Krebet, Tuksono, Sentolo, Kulonprogo, DIY, yang sudah dibangun sejak 2017 lalu masih kosong dan tidak diminati. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id - Bangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Pedukuhan Krebet, Desa Tuksono, Kecamatam Sentolo, Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tidak diminati konsumen. Buktinya, bangunan dengan kapasitas 70 kamar ini tidak ada yang menghuni.

Padahal Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo telah melakukan sosialisasi di masyarakat. Harga yang mahal dan lokasi yang jauh dari pusat kota, diduga menjadi penyebabnya. "Sudah kami umumkan dan sosialisasi tetapi belum ada warga yang mendaftar," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kulonprogo, Gusdi Hartono, Jumat (14/9/2018).

Sejak awal pembangunan, pihaknya sudah menyosialisasikan kepada masyarakat jika rusunawa ini diperuntukkan bagi warga miskin. Sosialisasi juga sudah dilakukan dengan membuka pendaftaran. Baik melalui website maupun menempel pengumuman di deaa-desa dan kecamatan. Namun tetap saja belum ada warga yang mendaftar dan mau menempati.

Seperti rusunawa di Triharjo maupun rusunawa di Giripeni, Wates, rusunawa ini pun diperuntukan bagi warga masyarakat yang berpenghasilan rendah. Minimal penghasilan di bawah Rp2 juta per bulan.

Fasilitas yang ada juga lengkap baik dari sisi air, listrik maupun akses jalan juga sudah dibangun. Pembangunan rusunawa dan fasilitas pendukung sudah selesai pada 2017 lalu."Harapan kami segera terisi karena di lokasi juga sudah mulai ada pabrik," ujarnya. 

Salah seorang warga Tuksono, Kasdiyono mengatakan, warga sebetulnya senang ada rusunawa. Namun untuk warga lokal mayoritas sudah pada punya rumah sendiri. Sedangkan sebagian besar pekerja pabrik yang dari luar tidak ada yang tinggal. Mereka berangkat pagi dan akan kembali sore. "Kalau warga sini banyak yang tidak berminat. Sudah ada rumah," tuturnya.

Menurutnya warga sudah mendapat sosialisasi. Bagi warga yang berminat bisa mendaftar di balai desa, dari sana dan dikirim ke dinas. Sampai saat ini belum ada yang daftar. Apalagi harga sewa dirasakan mahal. Untuk kamar di lantai bawah Rp350.000 per bulan. Sedangkan yang di atas Rp150.000 per bulan. "Itu belum termasuk listrik dan air. Kalau segitu warga sini berat," ucap Kasdiyono.

Kepala Dukuh Krebet, Desa Tuksono, Sukirna mengungkapkan, pihaknya sudah memberi pengumuman, bagi warga yang berminat mendaftar dipersilahkan menghubungi dirinya. "Ada juga warga yang berminat, tapi masih ragu dan menunggu karena belum diresmikan," katanya.

Lokasi rusunawa inipun terbilang berada di dalam dan kurang strategis untuk kondisi saat ini. Namun jika nanti kawasan industri terwujud dipastikan akan ramai. Sejumlah pabrik sudah dibangun meski skalanya masih kecil. Selebihnya baru mengurus izin prinsip dan pembebasan lahan.


Editor : Himas Puspito Putra