Takut, Sopir Truk Kabur Usai Tabrak Polisi hingga Tewas di Kulonprogo

Kuntadi · Jumat, 14 September 2018 - 16:45 WIB
Takut, Sopir Truk Kabur Usai Tabrak Polisi hingga Tewas di Kulonprogo

Tersangka yang menabrak polisi hingga tewas saat pemaparan kasus kecelakaan di Mapolres Kulonprogo, Jumat (14/9/2018). (Foto: iNews.id/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id – Kasus tabrak lari yang mengakibatkan Aipda Supandoyo, anggota Kepolisian Resor (Polres) Kulonprogo meninggal dunia, berhasil diungkap aparat kepolisian. Pelaku akhirnya ditangkap setelah polisi melakukan penyelidikan selama sepekan.

“Kamis (13/9/2018) malam, pelaku sudah berhasil kami amankan,” ujar Kapolres Kulonprogo AKBP Anggara Nasution dalam jumpa pers di halaman Mapolres Kulonprogo, Jumat (14/9/2018).

Pelaku berinisial Twn, warga Mijen, Semarang, Jawa Tengah (Jateng). Dialah pengemudi truk dengan Nopol AA 1544 TF yang saat kejadian baru mengantarkan helm dari Jakarta ke Bendungan Wates Kulonprogo. Ketika dalam perjalanan kembali ke Semarang, dia tersesat di wilayah Kecamatan Girimulyo hingga akhirnya terjadi kecelakaan pada Kamis (7/9/2018) yang menewaskan Aipda Supandoyo.

“Dia mengemudikan truk didampingi kernet berinisial WN, warga Tulang Bawang, Lampung,” kata Anggara Nasution.

Kronologi kecelakaan berawal saat korban Aipda Supandoyo hendak berangkat kerja. Dia mengendarai Yamaha Jupiter MX dengan nopol AB 6961 TC. Sampai di lokasi kejadian, dari arah berlawanan muncul truk yang dikemudikan tersangka melewati marka jalan. Korban yang kaget mengerem mendadak dan jatuh. Lantaran jaraknya dekat, korban terlindas roda truk hingga meninggal dunia.

Pelaku yang menyadari telah terjadi kecelakaan tidak turun membantu korban. Dia malah kabur lantaran lokasi sepi dan tidak ada saksi mata hingga akhirya korban ditemukan oleh pengguna jalan lain dan dilaporkan ke polisi.

Petugas Satlantas yang melakukan olah TKP terus melakukan penyelidikan bersama dengan Satreskrim dan juga dari Inafis Polres Kulonprogo. Hasilnya ditemukan rekaman CCTV yang mengarah pada keterlibatan truk. Dalam rekaman terlihat truk tersebut melintas di lokasi kejadian dalam kurun waktu hampir bersamaan dengan kecelakaan.

Polisi akhirnya mendapat keterangan mengenai truk bernopol AA1544 TF merupakan milik Abdur Rahman, warga Grobogan, Jateng. Petugas langsung bergerak mengamankan barang bukti dan melakukan penyelidikan hingga akhirnya pelaku mengakui telah menabrak korban. “Kami sempat memburu pelaku hingga wilayah Purworejo, Muntilan, Sleman, Bantul, Wonosobo, Kendal dan Grobogan,” ujarnya.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 312 atau 310 ayat 4 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara. Atau, Pasal 359 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Sementara itu, Twn mengaku melarikan diri karena merasa takut setelah mengetahui korbannya meninggal. Usai menabrak korban, Twn sempat berhenti. Dia memberitahu pengguna jalan lain kalau ada kecelakaan di lokasi itu sehingga diharapkan ada yang membantu korban. “Setelah itu, saya melanjutkan perjalanan dan bertukar posisi jadi kernet. Truk dikemudikan WN,” tutur Twn.


Editor : Maria Christina