Tak Setuju Perempuan Disebut Emak-Emak, Jokowi: Lebih Tepat Ibu Bangsa

Gunanto Farhan ยท Jumat, 14 September 2018 - 20:16 WIB
Tak Setuju Perempuan Disebut Emak-Emak, Jokowi: Lebih Tepat Ibu Bangsa

Presiden Joko Widodo saat membuka Kongres Perempuan Dunia di Malioboro, Kota Yogyakarrta, Jumat (14/9/2018). (Foto: iNews.id/Gunanto Farhan)

YOGYAKARTA, iNews.id – Sebutan kaum emak-emak seperti yang dipakai kubu Prabowo-Sandi terhadap kaum perempuan menuai reaksi berbagai kalangan, tak terkecuali dari Presiden Joko Widodo.

Meski tidak diungkapkan secara gamblang, Jokowi menilai istilah emak-emak kurang tepat diberikan kepada kaum perempuan Indonesia. Hal tersebut disampaikan Jokowi dalam pidatonya saat membuka Kongres Perempuan Dunia dan Temu Organisasi Perempuan Indonesia di salah satu hotel di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, Jumat (14/9/2018).

Menurut Presiden, dengan peran dan sumbangsihnya untuk bangsa selama ini, kaum perempuan lebih tepat disebut sebagi ibu bangsa dibandingkan emak-emak.

“Yang dimaksud ibu bangsa adalah perempuan yang mendidik anak-anak sebagai generasi penerus masa depan bangsa. Perempuan yang memperbaiki mentalitas bangsa ini. Perempuan yang menjaga moral keluarga dan masyarakat. Perempuan yang menjaga alam untuk anak cucunya dan yang menggerakkan ekonomi keluarga dan masyarakat,” papar Jokowi.

BACA JUGA:

Sandi Bersama Prabowo Ngaku Siap Pimpin Kelompok Emak-Emak

Gelar Demo, Ratusan Emak-Emak Tolak Diseret ke Politik Praktis

Presiden pun kembali menegaskan kaum perempuan harus menjadi ibu bangsa karena status itu merupakan tanggung jawab besar.

Jokowi juga mengingatkan kepada ribuan peserta Kongres Perempuan tersebut jika pemerintahanya sangat konsen dan memperhatikan kesetaraan perempuan. Hal itu dibuktikan dengan adanya sembilan menteri di kabinet kerja.

Selian mengusung tagline generasi milenial, istilah emak-emak menjadi viral belakangan ini karena sering disebut partai oposisi pendukung pasangan Prabowo-Sandi dalam beberapa kesempatan saat melakukan pertemuan dengan kaum perempuan, termasuk para pedagang pasar tradisional.

Sebutan emak-emak juga menuai reaksi ibu-ibu. Ratusan ibu yang tergabung dalam Perempuan Milenial Indonesia (Permisi) menggelar unjuk rasa di depan Gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (13/9/2018). Dalam aksinya, mereka mendesak agar Bawaslu segera turun tangan menghentikan politisasi terhadap emak-emak di Pilpres 2019.

 


Editor : Kastolani Marzuki