Soal Istilah Emak-Emak, Ini Sikap Ketua Umum Kowani

Antara, Gunanto Farhan ยท Jumat, 14 September 2018 - 21:15 WIB
Soal Istilah Emak-Emak, Ini Sikap Ketua Umum Kowani

Ketua Umum Kowani Giwo Rubianto Wiyogo saat membaca laporan pada Kongres Perempuan Dunia di Malioboro, Yogyakarta, Jumat (14/9/2018). (Foto: iNews.id/Gunanto Farhan)

YOGYAKARTA, iNews.id - Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo menolak istilah The Power of Emak-emak" (kekuatan emak-emak) seperti yang selama ini digaungkan sejumlah pihak.

"The Power of Emak-emak, sorry yah. Yang ada The Power of Ibu Bangsa," kata Giwo saat menyampaikan laporan pada upacara pembukaan resmi Sidang Umum ke-35 International Council of Women (ICW) dan Temu Nasional 1.000 Organisasi Perempuan Indonesia di salah sau hotel di Malioboro, Kota Yogyakarta, Jumat (14/9/2018).

Istilah The Power of Emak-emak menjadi popular akhir-akhir ini karena sering disebut untuk menunjukkan dukungan kepada pasangan Capres Prabowo Subianto dan Cawapres Sandiaga Uno.

Pada acara Sidang Tahunan MPR,16 Agustus 2018 lalu, bahkan Ketua MPR Zulkifli Hasan juga menyebut "emak-emak". "The power of emak-emak" juga merupakan judul sinetron di sebuah stasiun televisi dengan bintang antara lain Della Puspita, Oka Sugawa, dan Risma Nilawati.

BACA JUGA:

Tak Setuju Perempuan Disebut Emak-Emak, Jokowi: Lebih Tepat Ibu Bangsa

Sandi Bersama Prabowo Ngaku Siap Pimpin Kelompok Emak-Emak

Gelar Demo, Ratusan Emak-Emak Tolak Diseret ke Politik Praktis

Giwo menegaskan bahwa yang ada adalah The Power of Mother atau kekuatan ibu. "Ibu bangsa sejati, bukan emak-emak," katanya.

Pada akhir sambutannya, Giwo mendoakan Presiden Joko Widodo dapat melangsungkan tugasnya kembali untuk masa-masa mendatang.

Tak hanya Giwo, ratusan ibu yang tergabung dalam Perempuan Milenial Indonesia (Permisi) menggelar unjuk rasa di depan Gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (13/9/2018). Dalam aksinya, mereka mendesak agar Bawaslu segera turun tangan menghentikan politisasi terhadap emak-emak di Pilpres 2019.



Rangkaian acara itu telah didahului dengan Pertemuan Dewan Direktur ICW pada 11-12 September 2018, Pembukaan Sidang Umum ke-35 ICW pada 13 September 2018, Temu Nasional Seribu Organisasi Perempuan Indonesia pada 13-14 September,  upacara pembukaan oleh Presiden Joko Widodo pada 14 September, pelaksanaan sidang-sidang dalam Sidang Umum ke-35 ICW pada 14-18 September, berkunjung ke Balai Ekonomi Desa pada 18-19 September di sekitar kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, dan Pertemuan Dewan Direktur Baru ICW pada 20 September.

Sidang Umum ke-35 ICW dan Temu Nasional Seribu Organisasi Perempuan Indonesia diselenggarakan oleh ICW dan Kowani serta didukung penuh oleh Kementerian BUMN dan 35 BUMN yang berpartisipasi langsung.

Hadir pada acara bersama Kepala Negara itu Menteri BUMN Rini Soemarno, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X  beserta istri GKR Hemas, Presiden ICW Jungsook Kim beserta delegasi ICW dari 19 negara, direksi BUMN, dan ribuan perempuan dari seluruh Tanah Air.


Editor : Kastolani Marzuki