Demo Kedatangan Jokowi, Relawan dan Mahasiswa Yogya Nyaris Bentrok

Gunanto Farhan ยท Jumat, 14 September 2018 - 23:30 WIB
Demo Kedatangan Jokowi, Relawan dan Mahasiswa Yogya Nyaris Bentrok

Massa KAMMI gagal berunjuk rasa menolak kedatangan Jokowi di Kota Yoggyakarta, Jumat (14/9/2018). (Foto: iNews.id/Gunanto Farhan)

YOGYAKARTA, iNews.id – Relawan Jokowi dan massa dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) nyaris terlibat bentrok saat berunjuk rasa terkait kunjungan Presiden Joko Widodo untuk membuka sidang umum Organisasi Perempuan Dunia ke-35 di Yogyakarta, Jumat (14/9/2018).

Kedua kubu itu sama-sama berunjuk rasa namun berbeda lokasi. Massa KAMMI menggelar demonstrasi di depan Gedung DPRD DIY Jalan Malioboro, sedangkan relawan Jokowi menggelar aksi di kawasan Perempatan Kantor Pos Besar Yogyakarta. Beruntung, keributan kedua kubu itu dapat dicegah aparat gabungan TNI/Polri.

Dalam aksinya, KAMMI mengusung tema kekurangan pemerintah Jokowi. Namun, aksi mahasiswa itu batal digelar karena dilarang aparat gabungan TNI/Polri, serta para relawan Jokowi. Pelarangan aksi itu membuat suasana sempat memanas.

Kapolresta Yogyakarta, AKBP Armaini mengatakan, jajarannya tidak mengizinkan aksi para mahasiswa karena mereka tidak memenuhi persyaratan yang ditentukan, yakni memberikan laporan minimal tiga hari sebelumnya. “Tidak ada surat pemberitahuan aksi dari mereka (KAMMI). Mereka bilang masalah izin urusan Korlap (koordinator lapangan),” katanya.

BACA JUGA: Demo Massa HMI di Gedung BI Medan Ricuh, Massa Desak Menkeu Dicopot

Alasan pihak kepolisian itu ditentang aktivis KAMMI DIY, Atmaja. Dia mengaku sudah mengirimkan surat pemberitahuan, namun saat itu tidak bertemu dengan kapolresta. “Sudah. Surat izin pemberitahuan sudah kami ajukan ke polresta,” ucapnya.

Dia mengatakan, aksi unjuk rasa ini untuk menunjukkan kekecewaan mahasiswa atas kondisi perekonomian bangsa yang sedang terpuruk. "Ini kan negara demokrasi, tapi kenapa unjuk rasa dilarang," ucapnya.

Koordinator Relawan Jokowi, Lestanto Budiman mengaku terpaksa ikut turun ke jalan untuk melakukan aksi tandingan karena tidak rela suasana kondusif di Kota Yogyakarta menjadi tidak aman. “Kami meminta para mahasiswa agar bisa berpikir lebih cerdas dan jangan mau ditunggangi oleh kepentingan politik kelompok tertentu,” tandasnya.


Editor : Kastolani Marzuki