Jaga Keutuhan Organisasi, KSPSI DIY Pilih Netral dalam Pilpres 2019

Kuntadi ยท Minggu, 16 September 2018 - 22:10 WIB
Jaga Keutuhan Organisasi, KSPSI DIY Pilih Netral dalam Pilpres 2019

KSPSI DIY mendukung anggotanya yang maju dalam Pileg 2019. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

YOGYAKARTA, iNews.id – Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyatakan netral dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Meski demikian, mereka siap menghimpun dukungan bagi anggota KSPSI yang maju menjadi calon anggota legislatif (caleg)  dalam Pemilu 2019 mendatang.

“Untuk pilpres kita netral, tetapi untuk pemilu legislatif kita siap memenangkan anggota (KSPSI) yang maju,” kata Ketua DPD KSPSI DIY Ruswadi, dalam rapat kerja DPD KSPSI DIY, Minggu (16/9/2018).

Keputusan netral dan tidak mendukung pasangan dalam pilpres bertolak belakang dengan kebijakan pusat. Hasil rakernas KSPSI pada Maret 2018 di Jakarta, 33 Provinsi sepakat untuk mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf. Namun keputusan netral oleh DPD KSPSI ini sudah bulat. KSPSI akan memberikan kebebasan kepada 137 anggotanya untuk menentukan pilihan sendiri.

Keputusan ini diambil denga pertimbangan keutuhan organisasi. Sebab jika diarahkan mendukung pasangan calon rentan menyebabkan perpecahan. Sebab ada empat orang angotanya yang maju dalam pencalonan legislatif baik di jenjang kabupaten/kota, DIY maupun DPR. “Kami khawatir organisasi justru pecah, makanya kita mendukung pemilu legislatif saja,” ujar Ruswadi.

Empat anggota KSPSI DIY yang maju dan akan didukung adalah Esti Wijayati caleg DPR dari PDIP, Yohanes Budi Wibawa caleg DPRD dari PDIP, Sutrisna caleg DPRD DIY dari Partai Berkarya, dan Yatiman caleg DPRD Sleman dari Partai Berkarya.

Untuk memenangkan keempat caleg tersebut, kata Ruswadi, KSPSI DIY akan membentuk tim sukses. KSPSI juga akan mengeluarkan surat instruksi bagi tiap pengurus KSPSI kabupaten/kota untuk memobilisasi para pekerja dari organisasi mendukung wakil pekerja yang mencalonkan diri dalam pemilu legislatif itu.

“Kita ingin ada keterwakilan pekerja di kursi legislatif, maka posisi tawar buruh akan lebih kuat dalam mendorong kesejahteraan,” katanya.

Menurut Ruswadi, harapan tersebut sangat realistis dengan melihat banyaknya kepentingan buruh. Selama ini mereka hanya memiliki satu wakil di wakil rakyat. Namun sudah berhasil memperjuangkan aspirasi dan kepentingan buruh. Tidak salah saat ini untuk lebih memaksimalkan dukungan kepada buruh lain yang maju dalam pencalonan.

 


Editor : Kastolani Marzuki