26 April, AP I Yogya Uji Coba Pesawat di Bandara NYIA Kulonprogo

Kuntadi ยท Sabtu, 13 April 2019 - 05:11 WIB
26 April, AP I Yogya Uji Coba Pesawat di Bandara NYIA Kulonprogo

Progres pembangunan Bandara Baru Yogyakarta (NYIA) di Kulonprogo sudah mencapai 93 persen. (Dok.iNews.id)

YOGYAKARTA, iNews.id - PT Angkasa Pura (AP) I berencana mempresentasikan Hazard Identification and Risk Assesment (HIRA) atau penilaian potensi gangguan dan risiko kepada semua maskapai sebelum Bandara Baru Yogyakarta (NYIA) di Kulonprogo resmi dioperasikan.

Juru Bicara Proyek Pembangunan NYIA PT AP I, Agus Pandu Purnama mengatakan, rencananya pada 15 April ini semua maskapai akan diundang untuk menilai faktor keselamatan dan keamanan operasi penerbangan. Setelah itu, mereka akan mempersiapkan tahap operasinya.  

Sementara pada 24 dan 26 April, akan digelar simulasi pergerakan penumpang dan uji coba pendaratan pesawat. Sisi darat dan udara dari bandara itu akan diujicoba untuk proses keberangkatan maupun kedatangan.

Pada 24 April, disimulasikan keberangkatan penumpang dari beberapa titik di pusat kota secara paralel menggunakan berbagai jenis moda transportasi seperti Bus DAMRI, taksi, dan kendaraan pribadi. Dari situ akan diukur waktu tempuhnya.

Sedangkan pada 26 April akan disimulasikan pergerakan penumpang dari kota dan luar kota hingga proses keberangkatan. Mulai dari check in, pengurusan imigrasi, memasuki lounge keberangkatan, uji garbarata dan masuk ke pesawat. “Kita akan uji cobakan test landing dengan pesawat. Entah dengan Garuda, Lion atau pesawat lain,” kata Pandu, Jumat (12/4/2019).  

BACA JUGA:

Pembangunan Capai 93 Persen, Bandara NYIA Siap Didarati Pesawat

Dinilai Kurang Pas, Nama Bandara NYIA di Kulonprogo Diubah Jadi YIA

Bandara New Yogyakarta International Airport Mulai Beroperasi 29 April

Sekretaris Perusahaan PT AP I, Handy Heryudhitiawan mengatakan banyak maskapai penerbangan yang ingin masuk ke Yogyakarta namun tidak mampu. Ini terjadi karena kapasitas bandara sudah terlalu penuh dan tidak bisa menampung. 

“Kita berani bangun bandara dengan nilai investasi cukup besar karena pertumbuhannya sangat tinggi,” kata Handy.

Nilai investasi untuk pembangunan YIA mencapai Rp11 triliun Untuk proses konstruksi fisik bandara mencapai Rp6 trilun dan selebihnya untuk pengadaan lahan. 


Editor : Kastolani Marzuki