Alami Kekeringan, Warga Gunungkidul Berebut Bantuan Air Bersih

Kuntadi ยท Jumat, 05 Juli 2019 - 14:35 WIB
Alami Kekeringan, Warga Gunungkidul Berebut Bantuan Air Bersih

Warga yang kampungnya mengalami krisis air, saling berebut air bersih bantuan dari pemerintah. (Foto: iNews/Kuntadi).

GUNUNGKIDUL, iNews.id - Warga Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta, yang mengalami krisis air bersih berebut bantuan air bersih. Mereka takut tak kebagian distribusi air tersebut.

Kondisi ini terjadi di Dusun Papringan, Desa Tileng, Kecamatan Girisubo. Warga berebut untuk memindahkan air bersih dari ember tampungan ke jeriken yang mereka bawa.

"Kalau ada bantuan kita berebut. Takut tidak kebagian," kata seorang warga, Puji Rahayu, kepada wartawan di Gunungkidul, DIY, Jumat (5/7/2019).

BACA JUGA: Krisis Air Bersih, Warga Gunungkidul Manfaatkan Air Bekas Kolam Ikan

Dia mengatakan, krisis air seperti ini memang sudah menjadi masalah tahunan. Pada 2019 ini, mereka sudah merasakan kekeringan sejak April, karena tidak ada hujan.

Jika tidak ada bantuan, warga terpaksa membeli dari swasta. Satu tangki dengan ukuran 5.000 liter seharga Rp125 ribu. Air sebanyak ini maksimal hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan selama satu bulan.

"Harapan kita bantuan seperti ini lebih sering diberikan," ujar dia.

BACA JUGA: Puluhan Desa di Kabupaten Tegal Dilanda Krisis Air Bersih akibat Kemarau Panjang

Camat Girisubo, Agus Riyanto mengatakan, kekeringan yang terjadi dirasakan oleh seluruh warga yang ada di Kecamatan Girisubo. Wilayahnya termasuk salah satu daerah yang menjadi langganan kekeringan.

Pihak kecamatan telah menyiapkan alokasi anggaran untuk 600 tangki air bersih untuk yang disalurkan kepada warga.

"Kita sudah siapkan anggaran untuk membantu warga," kata dia.

BACA JUGA: Kemarau Panjang, 68 Desa di Kabupaten Purworejo Kesulitan Air Bersih

Dari data BMKG, tahun ini musim kemarau panjang akan lebih lama. Diperkirakan puncak kekeringan puncaknya pada September mendatang

"Kami harap warga bisa berhemat air karena kemarau masih panjang," ujarnya.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal