Ancam Pakai Cutter, Pelaku Klitih di Kulonprogo Tak Berani Bacok Orang

Kuntadi ยท Kamis, 10 Januari 2019 - 17:35 WIB
Ancam Pakai Cutter, Pelaku Klitih di Kulonprogo Tak Berani Bacok Orang

Polisi mengungkap perkara kasus klitih di Kulonprogo. (Foto: Istimewa)

KULONPROGO, iNews.id – Seorang pemuda, RZ (23), warga Umbuharjo, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diamankan Satreskrim Polres Kulonprogo, Kamis (10/1/2019) dini hari tadi. Dia diduga melakukan aksi kekerasaan di jalan atau klitih.

Sebelum beraksi, bapak satu anak ini mengaku selalu menenggak minuman keras terlebih dahulu. Tujuannya supaya dia lebih berani saat menjalankan tindakan kriminal tersebut.

"Biar lebih berani," kata RZ di Mapolres Kulonprogo, DIY.

BACA JUGA: Komplotan Begal Sadis Gengster Jakarta Ditangkap Polres Bekasi

Dia memilih sejumlah wilayah di Kabupaten Kulonprogo sebagai lokasi begal. Modusnya dengan memepet sepeda motor yang melintas di lokasi sepi, kemudian mengancam korban dengan cutter.

Bukan hanya sekali RZ akhirnya melukai korbannya, namun dia mengaku tidak berani untuk membacok. Itulah mengapa, dia hanya bermodalkan cutter dan ancaman ke orang-orang yang disasarnya.

"Saya tidak berani membacok, takut," ujar dia.

BACA JUGA: Balas Dendam, 2 Anggota Geng Klitih Bacok Pelajar di Yogyakarta

Pemuda ini pun melakukan aksi sendirian, tidak ada komplotannya. RZ mengaku, setidaknya ada empat aksi yang harus melukai korbannya di Kabupaten Kulonprogo, dan satu kali di Kabupaten Bantul.

Kapolres Kulonprogo, AKBP Anggara Nasution mengatakan, aksi klitih yang dilakukan oleh tersangka berlatar belakang ekonomi. Dia sebelumnya bekerja di salah satu warung bakso di Kota Yogyakata, namun berhenti.

Meski telah berkeluarga dan memiliki seorang anak, namun tersangka ini sudah bercerai. Uang hasil penjualan barang-barang rampasan dipakai untuk pesta minuman keras.

BACA JUGA: Rampas Motor dengan Celurit, 4 Pelaku Begal di Kendal Ditangkap Polisi

"Dia itu minum sampai mabuk dan baru beraksi," kata Anggara.

Polisi masih terus menyelidiki dan mengembangkan kasus ini. Meski tersangka mengaku beraksi seorang diri, tapi ada pihak-pihak terkait yang menjadi penadah dari barang-barang hasil kejahatan.

Atas perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan (curas), ancaman maksimal 12 tahun penjara.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal