Angka Golput Tinggi, Kominfo Gelar Dialog Pemuda Sadar Pemilu di UNY

Kuntadi ยท Kamis, 08 November 2018 - 22:26 WIB
Angka Golput Tinggi, Kominfo Gelar Dialog Pemuda Sadar Pemilu di UNY

Kominfo, KPU Sleman dan jajaran mahasiswa dan petinggi UNY foto bersama usai dialog. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

SLEMAN, iNews.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggelar Forum Dialog Pemuda Sadar Pemilu di Rektorat Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Kamis (8/11/2018). Pemilih pemula dinilai memiliki peranan penting dalam mewujudkan kedaulatan rakyat.

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo Rosarita Niken Widiastuti mengatakan, selama ini angka golput dalam pemilu sangat tinggi. Pada 2004, angka golput mencapai 15,93%. Puncaknya pada Pemilu 2009 sebesar 29,01% dan menurun di angka 24,89% pada Pemilu 2014.

“Pemilih pemula harus bisa menurunkan angka golput. Perannya sangat penting untuk perwujudan kedaulatan secara konstitusional,” kata Rosarita, Kamis (8/11/2018).


Dia mengungkapkan, untuk menuju sukses pemilu, butuh dukungan dan peran dari berbagai pihak. Media juga harus mampu mengawal dalam meningkatkan partisipasi pemilih demi terwujudnya demokrasi. Selain itu, pemilu juga menjadi sarana bagi pemimpin politik untuk memperoleh legitimasi dengan melibatkan partisipasi dari para pemilih.


BACA JUGA:

Deklarasi Pemilu Damai, Santri di Kendal Harus Jadi Paku Masyarakat

Simposium di Yogya, Menag: Jangan Bawa Agama untuk Kepentingan Politik


Dia membeberkan, pendidikan politik bagi pemilih pemula masih sangat minim. Partai politik (parpol juga belum mengincar suara pemilih pemula. Di sisi lain, para pemilih pemula lebih banyak menggunakan hak pilihnya setelah dikenalkan oleh orang terdekat. Seperti dari keluarga, orangtua dan kerabatnya. “Media dan internet juga ikut berpengaruh,” tuturnya.

Rosita mengajak kepada para pemilih pemula untuk mengecek namanya, sudah masuk dalam daftar pemilih tetap atau belum. Jika sudah, mereka harus menggunakan hak pilihnya dan tidak golput.


Sementara itu, Ketua KPU Sleman Trapsi Haryadi mengatakan, pemilu memberikan kesempatan bagi warna negara, menjamin pergantian pemimpin yang damai, meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mempertahankan kedaulatan rakyat. “KPU siap melayani dan memfasilitasi pemilih dalam Pemilu 2019,” ujar Haryadi.

Diketahui, dialog ini dibuka langsung oleh Rektor UNY Sutrisna Wibawa dan diikuti lebih dari 500-an mahasiswa. Rektor menilai pemilu merupakan hak rakyat dalam menentukan pemimpin dan wakil rakyatnya yang akan menentukan arah jalannya pemerintahan.

“Pemilu wajib bagi warga negara sebagai ajang untuk menyampaikan aspirasi,” ucap Sutrisna.


Editor : Donald Karouw