AP I Yogya Gelar AEC Antisipasi Kondisi Darurat di Bandara NYIA

Kuntadi ยท Senin, 15 April 2019 - 17:38 WIB
AP I Yogya Gelar AEC Antisipasi Kondisi Darurat di Bandara NYIA

Sejumlah stakeholder mengikuti kegiatan Airport Emergency Commitee (AEC) yang digelar PT Angkasa Pura I Yogyakarta. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id - PT Angkasa Pura (AP) I Yogyakarta mengumpulkan para stakeholder dalam kegiatan Airport Emergency Commitee (AEC) dan Table Top Exercise.

Tujuannya untuk memberikan pemahaman dan penanganan jika terjadi kondisi darurat menyusul akan dioperasikannya bandara Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) pada 29 April 2019.

Kegiatan AEC ini mengundang sejumlah pihak terkait seperti, Polri/TNI, pemerintah daerah, puskesmas, rumah sakit di sekitar bandara, bea cukai, balai karantina, pimpinan Airline dan ground handling, Basarnas, dan Dishub. Termasuk petugas PMI hingga tim yang akan melakukan penanganan crisis center.

“AEC ini untuk memberi pemahaman perihal bandara udara NYIA dan langkah yang diambil jika dalam keadaan darurat," kata Vice President (VP) Operation Airport PT Angkasa Pura I Cecep Marga Sanjaya, di Kantor PP KSO di kompleks proyek NYIA, Senin (15/4/2019).

Dia menjelaskan, dalam pertemuan tersebut para peserta dilatih penanggulangan darurat yang disimulasikan mini model di atas meja. Hal ini untuk menunjukkan kesiapan personel dan kesiapan rekomendasi apa saja yang akan dilakukan jika terjadi kondisi darurat.

“Usai table top maka petugas pemadam akan melaksanakan latihan setiap hari. Dan pelaksanaan latihan kedaruratan seperti ini dilaksanakan tahunan,” kata Cecep.

BACA JUGA: 26 April, AP I Yogya Uji Coba Pesawat di Bandara NYIA Kulonprogo

Sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 98 tahun 2017, pemerintah menugaskan PT Angkasa Pura I untuk membangun bandara internasional baru di Kulonprogo. Sesuai amanah Perpres tersebut akan beroperasio 29 April pukul 06.00 WIB dengan fasilitas operasional minimum.

Untuk target awal dari 220.000 luasan terminal yang akan dimanfaatkan hanya sekitar 12.293 meter. Sebelum dioperasionalkan, bandara ini telah mendapatkan verifikasi dari Kementerian Perhubungan.

Verifikasi lapangan telah dilaksanakan pada 4-6 April 2019. Hasil verifikasi ini akan dikeluarkan berupa surat resmi yang harus ditindaklanjuti. “Kemungkinan besar besok surat Sertifikat kelayakan penerbangan sudah keluar,” katanya.

Juru bicara proyek NYIA, Agus Pandu Purnama menambahkan, AEC merupakan kegiatan yang wajib dilaksanakan dalam operasional bandara. Tujuannya, agar semua personil baik di dalam bandara ataupun bandara bersiap siaga jika terjadi emergency atau kedaruratan.

Sehingga ketika terjadi keadaan darurat, semua personel sudah mengetahui apa saja yang harus dilakukan. “Di (Bandara) Adisutjipto, ketika ada keadaan emergency maka seluruh rumah sakit dan puskesmas sekitar bandara langsung mengirim ambulans,” paparnya.


Bangunan NYIA dibuat dengan pendekatan dan dilengkapi mitigasi bencana. Semua fasilitas pendukung juga dilengkapi dengan sarana prasarana yang lengkap. Bandara NYIA juga dilengkapi dengan rescue boat dan 3 unit kendaraan pemadam kebakaran masing-masing kapasitas 10.000 liter, 9.000 liter dan 5.000 liter.

“Semua penerbangan harus memiliki dokumen lengkap emergency planning,” katanya.

 


Editor : Kastolani Marzuki