Bandara YIA Kulonprogo Diminati Penumpang dari Jateng Selatan

Kuntadi ยท Senin, 13 Mei 2019 - 22:10 WIB
Bandara YIA Kulonprogo Diminati Penumpang dari Jateng Selatan

Pesawat Citilink rute Halim PK-Yogyakarta mendarat mulus di Bandara YIA Kulonprogo dengan disambut water salute, Senin (6/5/2019). (Foto: iNews.id/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id – Warga dari Jawa Tengah (Jateng) bagian selatan mulai memanfaatkan penerbangan yang ada di Bandara Internasional Yogyakarta (Yogyakarta International Airport/YIA) di Kulonprogo, DIY. Sebagian penumpang berasal dari Purworejo dan Kebumen.

“Kami terus pantau penumpang. Belakangan banyak dari Purworejo atau Kebumen yang memanfaatkan YIA,” kata Pelaksana Tugas Sementara General Manager PT Angkasa Pura (AP) I Bandara YIA, Agus Pandu Purnama, Senin (13/5/2019).

Agus mengatakan, dari sisi penumpang memang belum maksimal karena pesawat belum sepenuhnya terisi. Namun, keberadaan YIA sangat membantu masyarakat di Jateng bagian Selatan untuk berangkat ke Jakarta.

Mereka yang kerap menggunakan transportasi udara tidak perlu ke Yogyakarta dan cukup di YIA. Selain itu, sebagian warga beralih dari moda transportasi darat seperti kereta api ke pesawat. “Konsumen sekarang bisa memilih mau menggunakan kereta api atau pesawat,” kata Pandu.

BACA JUGA:

Resmi Beroperasi, Penumpang Perdana di Bandara YIA Kulonprogo Disambut Tarian

Bupati Kulonprogo Janjikan IPL Jalur Kereta Bandara YIA Keluar Pekan Ini

Sesuai rencana, maskapai Lion air melalui anak perusahaannya Batik Air akan melayani rute penerbangan di YIA mulai 10 Mei lalu. Namun sampai saat ini, belum ada izin rilis izin penerbangan. Diharapkan maskapai ini segera beroperasi pada 15 Mei nanti.

PT AP I juga sudah menyiapkan penambahan rute penerbangan untuk Lebaran nanti. Semua penerbangan tambahan akan dialihkan dari Bandara Adisutjipto ke YIA.

“Hal inilah yang justru harus diantisipasi lantaran tahun lalu ada tambahan 30-an penerbangan. Artinya, setiap hari ada sekitar 3.000 penumpang yang turun. Harus dipikirkan moda transportasinya dan aksesibilitasnya,” ujarnya.

Dia mengatakan, saat ini memang sudah disiapkan shuttle bus tujuan beberapa kota di Yogyakarta dan Jateng bagian Selatan. Selain itu juga ada kereta khusus bandara. Namun, sarana yang disediakan ini diperkirakan hanya bisa menampung maksimal 1.200 penumpang saja.

“Ketika ada jadwal penerbangan baru, pasti jadwal kereta akan semakin padat dan diperbaharui,” ujarnya.

Sementara itu Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daops) VI Yogyakarta, Eko Budianto mengatakan, selama sepekan dioperasionalkan, jumlah penumpang kereta api bandara mengalami fluktuatif. Pada hari pertama atau 6 Mei hanya ada 7 penumpang.

Namun, jumlahnya terus bertambah menjadi 25 penumpang, 43 penumpang hingga 49 penumpang. Bahkan pada 11 Mei, tercatat ada 144 penumpang dan tertinggi pada 12 Mei dengan ju,lah 155 penumpang dari Maguwo ke Stasiun Wojo.

Sementara itu dari Staisun Wojo ke Maguwo, tercatat ada kenaikan dari 11 penumpang di hari pertama menjadi 26 penumpang dan 49 penumpang di hari ketiga. Pada akhir pekan Sabtu, 11 Mei lalu, tercatat ada 102 penumpang dan pada Minggu, 12 Mei ada 145 penumpang. “Jumlah penumpang itu kami peroleh dari data penjualan tiket,” ujarnya.


Editor : Maria Christina