Banjir dan Longsor Kepung DIY, 2 Warga Meninggal dan 5.046 Mengungsi

Kuntadi ยท Senin, 18 Maret 2019 - 11:32 WIB
Banjir dan Longsor Kepung DIY, 2 Warga Meninggal dan 5.046 Mengungsi

Petugas Basarnas saat mengevakuasi warga akibat banjir di Bantul, DIY. (Foto: BPBD DIY)

YOGYAKARTA, iNews.id – Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menyebabkan bencana alam banjir dan longsor, Minggu (17/3/2019). BPBD DIY mencatat, dalam musibah itu sedikitnya 5.046 jiwa mengungsi di lebih dari 23 titik pos evakuasi. Kejadian ini juga menelan 2 korban jiwa yang meninggal dunia akibat longsor dan 3 lainnya masih hilang di Kabupaten Bantul.

Informasi yang dirangkum iNews.id, ribuan rumah di Bantul dan Kulonprogo terendam banjir. Beberapa rusak akibat tertimpa material longsoran. Warga pun memilih bertahan di lokasi titik pengungsian.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Biwara Yuswantana mengatakan, hujan deras yang mengguyur wilayah DIY akibat adanya udara basah dari Asia menuju Jawa. Selain itu juga dipengaruhi faktor siklon tropis Savannah di Samudera Hindia yang menyebabkan terbentuknya palung tekanan udara rendah. Suhu permukaan laut di Samudera Hindia juga menyumbang tersedianya uap air yang melimpah, selanjutnya membentuk awan yang menyebabkan terjadinya hujan intensitas sedang hingga tinggi.


BACA JUGA:

Diguyur Hujan Deras, Banjir-Longsor Terjang Kulonprogo dan Bantul

BMKG Keluarkan Rekomendasi Cuaca Ekstrem 5 Kabupaten/Kota di DIY


Kondisi bencana terparah terjadi di Kabupaten Bantul. Sedikitnya 35 desa dari 14 kecamatan terdampak.

“Iya di Bantul ada dua korban yang meninggal dunia,” ujar Yuswantana, Senin (18/3/2019).

Identitas korban meninggal yakni Painem (70) warga Numpukan, Karang Tengah, dan Sudiatmojo (80) warga Panjimatan, Desa wukirsari. Keduanya warga Kecamatan Imogiri, Bantul.

“Di wilayah Bantul saat ini telah ada 21 titik pengungsian,” katanya.

Sementara di Kabupaten Kulonprogo, banjir merendam ratusan rumah di sekitar aliran Sungai Serang di bendungan, Wates hingga Tayuban Panjatan. Jebolnya tanggul Sungai Serang menyebabkan air meluap sehingga warga terpaksa diungsikan ke Stadion Cangkring.

“Ada 500-an warga yang kami ungsikan ke Stadion Cangkring dari Desa Depok, Tayuban dan Bendungan,” ucapnya.

Di wilayah Kabupaten Gunungkidul, ada 10 kecamatan yang terdampak longsor. Yakni di Kecamatan Wonosari, Purwosari, Semanu, Panggang, Tepus, Playen, Tanjungsari, Gedangsari, Karangmojo dan Patuk. Insiden ini menyebabkan 39 orang mengungsi di rumah kerabat yang tak terdampak bencana.

Hingga siang ini, kondisi air banjir perlahan mulai surut. Genangan juga tak lagi terlihat dan sebagian pengungsi telah kembali untuk membersihkan rumahnya akibat bencana tersebut.


Editor : Donald Karouw