Bantu Warga Kekeringan, ASN di Kulonprogo Himpun Dana Berikan Bantuan Air Bersih

Kuntadi ยท Kamis, 10 Oktober 2019 - 09:55 WIB
Bantu Warga Kekeringan, ASN di Kulonprogo Himpun Dana Berikan Bantuan Air Bersih

Jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kabupaten Kulonprogo menghimpun dana untuk penyaluran air bersih kepada warga terdampak kekeringan. (Foto: iNews.id/Kuntadi).

KULONPROGO, iNews.id - Jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kabupaten Kulonprogo menghimpun dana untuk penyaluran air bersih kepada warga terdampak kekeringan. Sebanyak 107 tangki diberikan ke mereka yang mengalami krisis air selama musim kemarau.

"Ada 107 tangki air bersih yang akan kita distribusikan," kata Sekda Kulonprogo, Astungkoro, saat dikonfirmasi wartawan di Kabupaten Kulonprogo, DI Yogyakarta, Kamis (10/10/2019).

Dia mengatakan, penyaluran air bersih itu diberikan ke warga Dukuh Kemaras, Desa Sidomulyo, Kecamatan Pengasih, Rabu (9/10/2019). Aksi ini menjadi rangkaian peringatan Hari Jadi ke-64 Kabupaten Kulonprogo.

BACA JUGA: Sumber Air Mengering, BPBD Gunungkidul Ambil Air hingga ke Luar Daerah

Menurut Sekda, sampai saat ini, bantuan air bersih yang telah disalurkan selama musim kemarau mencapai 770 tanki. Sisanya 301 tanki masih tersedia dan siap dikirim jika memang ada permintaan. Bantuan air bersih sejumlah itu tidak hanya dari ASN, tetapi juga dari BUMD, lembaga dan swadaya masyarakat yang berempati.

Jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kabupaten Kulonprogo menghimpun dana untuk penyaluran air bersih kepada warga terdampak kekeringan. (Foto: iNews.id/Kuntadi).

 

"Mudah-mudahan ini cukup dan musim hujan segera tiba," ujarnya.

Sebenarnya droping air bersih ini sudah dilakukan rutin setiap tahun. Bahkan pemerintah juga mendorong adanya pembangunan sumur bor dan tendon untuk persediaan air masyarakat saat kemarau.

BACA JUGA: Alami Kekeringan, Warga Gunungkidul Berebut Bantuan Air Bersih

Kepala Desa (Kades) Sidomulyo, Kabul mengatakan, separuh dari 13 pedukuhan di wilayahnya mengalami kekeringan. Warga terpaksa memanfaatkan air sungai sebagai solusi kebutuhan air mereka.

"Terparah di Banaran dan Kemaras, hampir semua KK kesulitan air. Totalnya 450 KK yang terdata," ujar dia.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal