Banyak Petugas Meninggal, Ma'ruf: Pemilu Serentak Perlu Dievaluasi

Kastolani, Antara ยท Rabu, 24 April 2019 - 22:31 WIB
Banyak Petugas Meninggal, Ma'ruf: Pemilu Serentak Perlu Dievaluasi

Cawapres 01 KH Ma'ruf Amin saat menghadiri tasyakuran sukses Pilpres 2019 di Ponpes Krapyak Yogyakarta. (Foto: istimewa)

YOGYAKARTA, iNews.id - Cawapres 01 KH Ma'ruf Amin mengaku prihatin dengan banyaknya petugas Pemilu yang meninggal dunia saat menjalankan tugas.

Kiai Ma’ruf pun setuju dengan rencana pemberian penghargaan bagi petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang meninggal karena mengawal Pemilu serentak 2019.

“Saya kira itu sesuatu yang memang kita sangat prihatin karena banyak korban (petugas KPPS meninggal) mungkin itu karena faktor kelelahan," kata Ma'ruf usai menghadiri tasyakuran sukses Pilpres 2019 di Pondok Pesantren (Ponpes) Krapyak, Yogyakarta, Rabu (24/4/2019).

“Yang pertama saya setuju kepada mereka (petugas KPPS yang meninggal) diberi penghargaan, diberikan juga santunan atas upaya kerja mereka," kata mantan Rais Aam PBNU itu.

BACA JUGA:

Tasyakuran di Yogyakarta, Ma'ruf Amin Dipanggil Wapres

Hadiri Syukuran di Yogya, Kiai Ma'ruf: Terima Kasih Warga NU

Ketua Umum MUI nonaktif itu menilai sistem Pemilu serentak 2019 yang bersamaan memilih lima surat suara dalam satu waktu perlu dipertimbangkan apabila diterapkan pada pesta demokrasi selanjutnya.

"Mungkin sistemnya itu harus perlu dipertimbangkan, karena kerja serentak dengan memilih lima pilihan, untuk menyiapkan segalanya itu mungkin terlalu lelah, sehingga perlu dievaluasi sistemnya," katanya.

Meski demikian, Mustasyar PBNU itu mengatakan, apabila terpaksanya mendatang tetap digelar pemilu serentak, harapannya tidak terlalu melelahkan maupun menjadi kerja berat bagi petugas penyelenggara tingkat TPS itu.

"Yang penting itu supaya tidak terlalu melelahkan, keinginan serentak tapi tidak melelahkan, itu perlu dirundingkan, perlu dibicarakan ulang supaya tidak banyak korban karena kelelahan," katanya.

"(Kalau lima pemilihan) itu untuk menandatangani saja sudah melelahkan, berapa surat kali sekian itu memang melelahkan. Bisa juga nanti (pileg dan pilpres dipisah) kita lihat mana yang harus kita pakai," katanya.

Dalam kesempatan itu, Kiai Ma'ruf menyampaikan terima kasih kepada warga dan pengurus NU dari berbagai tingkatan di seluruh Indonesia yang telah ambil peran dalam pilpres kali ini. “Memang hasil quick count sudah menunjukkan hasil yang baik atas peran NU tersebut. Kita tunggu real count dari KPU," katanya.

Mustasyar PBNU itu mengatakan, peran NU yang diambil sekarang ini untuk menjaga agar negara kesatuan Republik Indonesia tetap utuh. Juga untuk menjamin agar keberagamaan di Indonesia tetap berada pada paham keagamaan yang moderat. "Mudah-mudahan, pemilu yang sudah berjalan aman ini tetap aman sampai tahap akhir," tuturnya.


Editor : Kastolani Marzuki