Bebas Makanan Berbahaya, BPOM Bakal Jadikan Wates Pasar Percontohan

Kuntadi ยท Rabu, 17 April 2019 - 01:23 WIB
Bebas Makanan Berbahaya, BPOM Bakal Jadikan Wates Pasar Percontohan

Operasi petugas saat memantau sejumlah produk jualan di pasar tradisional di DIY. (Foto: dok iNews.id)

YOGYAKARTA, iNews.id – Pengawasan rutin Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) DIY di pasar tradisional perlahan berhasil memberi kesadaran di masyarakat akan bahaya penggunaan rodhamin dan borak. Hasilnya dalam inspeksi mendadak (sidak) di Pasar wates, tidak ditemukan bahan berbahaya dari pengujian 16 sampel makanan.

Staf Bidang Informasi dan Komunikasi BPOM DIY Etty Rusmawati mengatakan, dalam sidak ini mereka mengambil beberapa makanan yang berwarna mencolok dan ditengarai mengandung pengawet. Mulai dari teri, ikan asin, kerupuk, mi, bakso dan beberapa jenis makanan lainnya.

“Hasil pengujian 16 sampel yang kami curigai, semuanya negatif. Ini sangat baik,” ujarnya di sela gelaran sidak, Selasa (16/4/2019).

BACA JUGA: Jelang Puasa, Harga Kebutuhan Pokok di Kulonprogo dan Gunungkidul Naik

Diketahui, selama ini dalam setiap sidak di Pasar Wates, kerap ditemukan berbagai makanan yang mengandung rodhamin (pewarna tekstil) maupun pengawet berupa boraks. Dan sejak 2013, BPOM menjadikan Pasar Wates sebagai sasaran Program Pasar Intervensi.

“Kami akan jadikan ini Pasar Percontohan karena hasilnya bagus,” ucapnya.

Menjelang bulan puasa mendatang, BPOM juga akan meningkatkan sidak dan pengawasan. Mereka akan berkoordinasi dengan asosiasi pedagang pasar untuk menekan dan menyadarkan bahaya penggunaan pengawet berbahaya pada makanan.


Editor : Donald Karouw