Belasan Sirine Tsunami di Pesisir DIY Tak Berfungsi

Antara ยท Jumat, 19 Juli 2019 - 01:10 WIB
Belasan Sirine Tsunami di Pesisir DIY Tak Berfungsi

Belasan sirine atau alat early warning system peringatan tsunami di pesisir DIY tak berfungsi. (Foto: Antara)

YOGYAKARTA, iNews.id – Belasan sirine atau alat early warning system (EWS) tsunami yang tersebar di lima kabupaten di DIY diketahui dalam kondisi rusak dan tidak berfungsi.

Kepala Pelaksana BPBD DIY Birawa Yuswantono mengatakan, ada peralatan EWS tsunami di beberapa wilayah namun tidak semuanya dalam kondisi baik.

Di Kabupaten Bantul, kata dia, terdapat 37 EWS tsunami, 30 di antaranya berfungsi baik dan tujuh lainnya belum pernah difungsikan. “Sirene EWS ditempatkan di masjid-masjid yang berada di pesisir selatan dan tower sirine di pantai,” katanya, Kamis (18/7/2019).

Di Kulonprogo, ada delapan unit EWS. Tujuh dari BNPB dan satu dari BMKG. Enam unit perangkat EWS dari BNPB masih berfungsi meskipun ada peralatan yang membutuhkan perbaikan.

BACA JUGA:

Antisipasi Tsunami, BMKG DIY Aktivasi Sirine Berkala tiap Tanggal 26

Pakar BPPT: Waspadai Tsunami 20 Meter di Pantai Cilacap hingga Jawa Timur

Sedangkan di Gunungkidul ada tujuh unit perangkat EWS dari BNPB yang belum pernah difungsikan dan saat ini dalam kondisi rusak. “BPBD DIY pun memiliki cadangan sirene EWS tsunami di Kabupaten Bantul, namun tidak dapat digunakan karena kendala teknis terkait peralatan,” katanya.

Birawa mengatakan, selain memiliki EWS, di sepanjang pantai selatan DIY juga saat ini sudah dibentuk desa tangguh bencana (Destana) dan satuan pendidikan aman bencana (SPAB).

Pembentukan Destana dilakukan sejak 2012. Sekarang, Destana sudah tersebar di Kabupaten Bantul, Gunungkidul, dan Kulon Progo.

Sedangkan SPAB sudah terbentuk di enam sekolah, yaitu SD Negeri Jangkaran, SD Negeri Pasir Mendit, SD Negeri Trisik, SD Negeri Darat, SMK Negeri 1 Temon, dan SMA Negeri 1 Srandakan.

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY memastikan sirene untuk peringatan dini tsunami yang dipasang di kawasan Pantai Parangtritis (Kabupaten Bantul) dan Pantai Glagah (Kabupaten Kulon Progo) dicek secara berkala.

Hal ini sebagai bentuk antisipasi ancaman tsunami yang berpotensi melanda pesisir selatan Jawa termasuk Yogyakarta menyusul prediksi adanya gempa megathrust 8,8 magnitudo.

"Setiap tanggal 26 kami akan tes apakah sirene tersebut berfungsi dengan baik atau tidak. Pengecekan dilakukan untuk memastikan sirene tersebut selalu dalam kondisi yang baik,” kata Supervisor Pusat Gempa Regional VII BMKG DIY Nugroho Budi Wibowo di Yogyakarta, Kamis (18/7/2019).


Editor : Kastolani Marzuki