Berawal dari Yogyakarta, Taekwondo ITF Siap Berkembang di Tanah Air

Kuntadi ยท Sabtu, 09 Februari 2019 - 21:58 WIB
Berawal dari Yogyakarta, Taekwondo ITF Siap Berkembang di Tanah Air

Sekretaris Indonesia ITF Chandra Lesmana Hadi berfoto bersama para atlet taekwondo dan peserta seminar di Uniq Hotel, Yoyakarta, Sabtu (9/2/2019). (Foto: IST)

YOGYAKARTA,iNews.id – International Taekwondo Federation atau dikenal dengan Taekwondo ITF ingin mengembangkan seni bela diri di Indonesia. Yogyakarta dipilih sebagai kota pertama untuk mengembalikan kejayaan seni bela diri yang diciptakan oleh Jenderal Choi Hong Hi asal Korea Utara.

Tidak hanya untuk menyalurkan hobi, olahraga ini juga akan diarahkan kepada prestasi. “Hari ini kami gelar seminar atau lebih tepatnya training seminar,” kata Sekretaris Indonesia ITF Chandra Lesmana Hadi di sela seminar yang dilaksanakan di Uniq Hotel, Yoyakarta, Sabtu (9/2/2019).

Menurutnya, Taekwondo ITF memiliki sejarah yang panjang dalam seni bela diri taekwondo di Indonesia. Bahkan pada era 1979 sampai 1983, mampu berjaya dan merebut prestasi dengan merebut juara umum nasional. Namun setelah itu, seni bela diri ini melebur menjadi satu dan berafiliasi dengan WTF yang sekarang menjadi World Taekwondo (WT).

Taekwondo menjadi salah satu olahraga seni bela diri yang ikut memberikan kontribusi dalam perkembangan politik di Korea Selatan dan Utara. Bahkan, di sana antara ITF dan WT telah mulai membangun kerja sama dan memiliki cita-cita besar untuk dapat bersatu dan berlaga dalam olimpiade. Beberapa event kejuaraan dunia WT juga dibuka dengan demonstrasi bersama antara WT dengan ITF.

Di bawah kepemimpinan Ri Yong Son, ITF merupakan satu-satunya organisasi taekwondo yang telah diakui oleh Komite Olimpiade Internasional untuk bekerja sama dengan Organisasi World Taekwondo (WT). Baik dalam kejuaraan taekwondo, maupun program kepelatihan dan perwasitan bersama di dunia.

“Indonesia International Taekwondo Federation terbentuk pada 2006 di Jakarta, di bawah pimpinan Rudijanto Tanoesoedibjo sebagai presiden ITF Indonesia dan berafiliasi pada ITF yang dipimpin oleh Ri Yong Son,” katanya.

Para peserta seminar mendapat pelatihan dasar menjadi instruktur taekwondo ITF di Yogyakarta, Sabtu (9/2/2019). (Foto: IST)

 
Seminar ini diikuti oleh 20 perwakilan dari empat provinsi, yakni dari Jakarta, DIY, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Melalui seminar ini diharapkan mampu menjadi rintisan bagi pengembangan taekwondo ITF.

Mereka menargetkan pada tahun 2021 sudah akan menggelar Kejuaraan Nasional Taekwondo ITF. Event itu akan dilaksanakan secara terbuka bagi semua praktisi taekwondo sehingga mengikuti perkembangan terbaru di dunia antara WT dan ITF. “Kami juga ingin menyalurkan ke jalur prestasi,” katanya.

Penasihat ITF, Vincentius Yoyok Suryadi mengatakan, dengan adanya kegiatan seminar ini, setidaknya sudah bisa terbentuk enam cabang. Sebelumnya sudah berdiri untuk DKI Jakarta dan Sumatera Utara (Sumut). Targetnya dalam satu tahun, mereka bisa membentuk 10 cabang.

“Sudah ada sekitar 800 partisan yang bergabung. Dengan seminar ini nanti akan bisa terbentuk cabang-cabang baru,” ujarnya.

Untuk diketahui, para peserta seminar berasal dari berbagai aliran seni bela diri, baik silat, taekwondo WT, yongmodo, hapkido, dan beberapa seni bela diri yang lain. Dalam seminar ini, peserta juga mendapat materi dan langsung menjalani pelatihan dasar untuk bisa menjadi asisten instruktur. Mereka masih harus mengikuti beberapa tahap seminar lagi untuk bisa menjadi instruktur.


Editor : Maria Christina