Berdalih Kebutuhan Ekonomi, Purwanto Nekat Larikan Motor Majikan

Kuntadi ยท Jumat, 09 November 2018 - 15:06 WIB
Berdalih Kebutuhan Ekonomi, Purwanto Nekat Larikan Motor Majikan

Purwanto, pelaku pencurian motor di Kulonprogo saat digiring menuju tempat gelar perkara di Mapolres Kulonprogo, Jumat (9/11/2018). (Foto: iNews.id/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id – Perbuatan Purwanto (41) warga Duren Sawit, Jakarta Timur, memang sudah keterlaluan. Bukannya bersyukur sudah diberi pekerjaan, dirinya malah nekat membawa kabur sepeda motor milik majikannya. Parahnya lagi, aksi tak terpuji itu dilakukannya saat sang majikan melaksanakan Salat Magrib di musala.

Aksi pencurian ini dilakukan tersangka pada Minggu (4/11/2018) lalu. Informasi yang dihimpun, pelaku baru sekitar tiga hari bekerja di warung kopi milik Paina, di Desa Demen, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulonprogo. Selama bekerja dia cukup rajin dan tidak menunjukkan tabiat yang buruk.

Namun belakangan, diduga lantaran terdesak kebutuhan ekonomi, Purwanto nekat mengambil sepeda motor Honda Supra bernomor polisi AB 5433 PL milik majikannya. Motor itu sebelumnya dibawa oleh anak korban Sulinta Rahman.

Karena merasa percaya dengan pelaku, Sulinta meninggalkan sepeda motor berikut kunci dan ponsel miliknya di warungnya untuk melaksanakan Salat Magrib di musala yang tidak jauh dari lokasi. Namun begitu Sulinta pulang dari musala, pelaku sudah tidak ada di warung. Begitu juga sepeda motor dan barang-barang berharga miliknya. Kejadian inipun dilaporkan kepada polisi.

Berbekal laporan dari korban, petugas kemudian melacak keberadaan pelaku. Hingga diperoleh kabar, pelaku kabur ke arah timur menggunakan sepeda motor hasil curian itu. Petugas memburu pelaku dan akhirnya menangkap pelaku di teras masjid di Maguwoharjo, Sleman.

“Dia ditangkap di teras masjid, saat hendak istirahat,” kata Kabag Humas Polres Kulonprogo AKP Sujarwo dalam gelar perkara di halaman Mapolres Kulonprogo, Jumat (9/11/2018).

Tersangka akan dijerat dengan pasal 362 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan ancaman makismal tujuh tahun penjara.

Sementara itu Purwanto, sang pelaku mengaku telah melakukan tindak pencurian. Dia terdesak kebutuhan ekonomi dan harus mendapatkan uang. Rencananya motor ini akan dijual dan uang hasil penjualan akan dibawa ke Jakarta. Pelaku juga sudah cerai dengan istrinya. “Anak saya satu di Jakarta, saya butuh uang,” ujarnya.


Editor : Himas Puspito Putra