BKSDA Lepasliarkan Kijang ke Suaka Margasatwa Sermo Kulonprogo

Kuntadi ยท Kamis, 11 Oktober 2018 - 16:58 WIB
BKSDA Lepasliarkan Kijang ke Suaka Margasatwa Sermo Kulonprogo

Kijang yang ditangkap warga dikembalikan ke habitatnya dan langsung masuk ke sungai untuk meminum air. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

KULONPROGO, iNews.id – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melepasliarkan kijang (muntiacus) yang ditangkap warga di Pendoworejo, Girimulyo, Kulonprogo. Kijang liar itu dikembalikan ke habitat alaminya di kawasan Suaka Margasatwa Sermo, di Kokap, Kulonprogo, Kamis (11/10/2018).

Pantauan iNews.id, sebelum dilepasliarkan, BKSDA DIY sudah mengidentifikasi ada beberapa ekor kijang di seputar Hutan Sermo. Tim dokter hewan dari Wild Life Rescue Center (WRC) juga telah memeriksa kesehatannya.

Hasil pemeriksaan, ditemukan adanya luka di kepala, namun tidak mengarah kepada organ vital. Denyut jantung dan nafasnya juga dalam kondisi normal. “Memang ada lukanya tetapi tidak masalah, justru semakin dilepasliarkan akan semakin baik dari pada di kandang lebih lama,” kata Dokter Hewan WRC Yogyakarta Irhamna Putri Rahmawati.

BACA JUGA: Kijang Liar Masuk ke Permukiman Warga di Kulonprogo, Diduga Kelaparan

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA DIY Untung Suripto mengatakan, hampir setiap tahun selalu ditemukan adanya satwa liar yang masuk ke pemukiman penduduk. Biasanya terjadi saat musim kemarau, ketika stok air di Perbukitan Menoreh mulai mengering. Sejumlah hewan akan turun dan mencari makan di pemukiman warga.

“Setiap tahun ada satwa liar yang masuk ke pemukiman untuk mencari makan,” ujarnya.

Pelepasliaran ini dilakukan agar kijang tidak mengalami stress sehingga harus secepatnya diselamatkan ke alam lebih cepat. Populasi kijang di Kulonprogo terpantau ada sekitar 10 ekor yang kebanyakan berada di seputaran Hutan Sermo.

Kawasan Hutan Sermo dipilih sebagai tempat pelepasliaran karena pertimbangan masih adanya habitat alaminya. “Di sekitar Sermo kami lebih mudah memonitoring karena masuk dalam kawasan konservasi,” ucapnya.

BKSDA juga akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat di sekitar Hutan Sermo  terkait perlindungan satwa. Ada beberapa satwa yang dilindungi Undang-Undang (UU) sehingga tidak boleh ditangkap atau dipelihara. Jika ada yang tertangkap agar dikoordinsikan untuk dilakukan upaya penyelamatan.

“Kami apresiasi jika ada warga (Girimulyo) yang menyerahkan hewan untuk dilepasliarkan,” tutur Untung.

Diketahui, kijang yang dilepaskan ini ditangkap Supriyanto, warga Nogosari, Desa Purwosari, Girimulyo. Kijang liar ini muncul di sekolah saat dia hendak mengantarkan anaknya sekolah. Selanjutnya hewan dilindungi itu ditangkap dan ditempatkan dalam kandang sebelum akhirnya diserahkan ke BKSDA untuk dilepasliarkan.


Editor : Donald Karouw