BMKG: Hujan Lebat, Angin Kencang dan Longsor Berpotensi Landa DIY

Kuntadi ยท Selasa, 06 November 2018 - 17:36 WIB
BMKG: Hujan Lebat, Angin Kencang dan Longsor Berpotensi Landa DIY

Longsor melanda Kabupaten Kulonprogo akibat hujan deras pada 2017 lalu dan menewaskan dua orang. (Foto: Dok.iNews.id)

SLEMAN, iNews.id – Masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diingatkan untuk mewaspadai terjadinya hujan lebat disertai petir dan angin kencang, serta longsor seiring mulai masuknya musim hujan.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika  (BMKG) DIY memprakirakan hujan deras yang mengguyur DIY terjadi akibat pelemahan udara kering dari Australia mulai 6-9 November 2018 mendatang.

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG DIY, Agus Sudaryanto mengatakan saat ini terjadi pelemahan aliran massa udara kering dari Australia. Selain itu juga terjadi konvergensi atau pertemuan dan perlambatan kecepatan angin di wilayah Jawa serta kondisi menghangatnya suhu permukaan laut di Samudera Hindia selatan Jawa.

"Kondisi itu dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi mengakibatkan hujan intensitas lebat," kata Agus, Selasa (6/11/2018).

Perubahan kondisi ini, kata dia, juga berpotensi menyebabkan terjadinya angin kencang. Hujan juga sangat rentan diikuti dengan kilat atau petir.

Dari pantauan satelit cuaca, kata dia, potensi hujan lebat akan terjadi di Perbukitan Menoreh Kulonprogo yang meliputi Kecamatan Girimulyo, Samigaluh, dan Kalibawang.

Sedangkan di Kabupaten Sleman berpotensi terjadi di Kecamatan Pakem, Turu, Cangkringan, Tempel, minggir, Seyegan dan Sleman. Sedangkan di Gunungkidul berpotensi terjadi di Gedangsari, Ngawen, Patuk, Purwosari, Playen. Sedangkan di Bantul, hujan lebat berpotensi di Kecamatan Kretek, Dlingo san Pundong.

"Yang harus diwaspadai adalah angin yang berpotensi menyebabkan gelombang tinggi. Wisatawan dan nelayan harus waspada," kata Agus.

BACA JUGA:

Kulonprogo Kembali Dikepung Longsor Usai Diguyur Hujan Deras

5 Warga Tewas akibat Banjir Bandang dan Longsor di Tasikmalaya

Tinggi gelombang diperkirakan mencapai 2 meter hingga 3 meter dari kondisi normal. BMKG juga mengimbau kepada masyarakat agar mewaspadai potensi tanah longsor, banjir.

Kepala Kelompok Data dan informasi BMKG Djoko Budiyono mengatajan secara umum DIY sudah memasuki musim penghujan. "Secara iklim wilayah DIY pada November ini akan memasuki awal musim hujan," ujarnya.

Dalam dua hari belakangan hujan terus turun dengan intensitas tinggi. Meskipun hanya terjadi beberapa menit saja. Cuaca juga berubah cepat kadang mendung namun tidak lama berselang akan panas.

 


Editor : Kastolani Marzuki