BMKG Keluarkan Rekomendasi Cuaca Ekstrem 5 Kabupaten/Kota di DIY

Kuntadi ยท Senin, 18 Maret 2019 - 10:56 WIB
BMKG Keluarkan Rekomendasi Cuaca Ekstrem 5 Kabupaten/Kota di DIY

Tim SAR gabungan melakukan evakuasi warga terdampak banjir di Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta, Minggu (17/3/2019). (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)

JAKARTA, iNews.id – Masyarakat di lima kabupaten dan kota Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diminta mewaspadai anomali cuaca dalam dua hari ke depan atau hingga Rabu (20/3/2019). Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan rekomendasi potensi cuaca ekstrem dalam rentang waktu tersebut.

Sejumlah wilayah yang teridentifikasi berpotensi cuaca ekstrem yakni di Kabupaten Kulonprogo (Girimulyo, Nanggulan, Samigaluh, Kalibawang), Sleman (Turi, Pakem, Cangkringan, Tempel, Sleman, Ngaglik, Ngemplak, Minggir, Seyegan, Godean, Mlati, Gamping, Depok, Kalasan, Berbah, Prambanan), Bantul (Sedayu, Kasihan, Sewon, Pajangan, Bantul, Pleret, Piyungan, Jetis, Imogiri, Dlingo), Kabupaten Gunungkidul (Gedangsari, Ngawen, Nglipar, Patuk, Paliyan, Wonosari, Karangmojo, Semin, Ponjong) dan Kota Yogyakarta.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan, kondisi fenomena alam ini akibat peningkatan aliran udara basah dari Asia menuju wilayah Jawa. Selain itu juga faktor siklon tropis Savannah,  yang berdampak pada ketersediaan uap air melimpah dalam pembentukan awan hujan di wilayah Jawa.


BACA JUGA:

8 Kecamatan di Gunungkidul Diterjang Banjir dan Longsor

Diguyur Hujan Deras, Banjir-Longsor Terjang Kulonprogo dan Bantul


"Sehubungan dengan potensi cuaca ekstrem tersebut, BMKG telah mengeluarkan imbauan waspada kepada warga Yogyakarta. Potensi ancaman bahaya akibat cuaca ekstrem yakni banjir dan longsor. Di samping itu, angin kencang dapat berpotensi merobohkan pohon maupun baliho, serta ancaman hujan disertai petir,” ujar Sutopo, Senin (18/3/2019).

Diketahui, sehari sebelumnya, Minggu (17/3/2019), beberapa wilayah DIY mengalami banjir dan longsor. Seperti di Kulonprogo, banjir dan genangan air terjadi di empat kecamatan, yakni Panjatan, Wates, Sentolo dan Temon. Selain itu juga longsor di Kecamatan Kokap dan Girimulyo yang menyebabkan 580 warga mengungsi di 6 titik pos penampungan.

Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, kemungkinan penyintas terus bertambah karena sampai saat ini masih dalam proses evakuasi untuk daerah Bendungan Kecamatan Wates.

Sementara di Gunungkidul, wilayah terdampak longsor terjadi di Kecamatan Wonosari, Purwosari, Semanu, Panggang, Tepus, Playen, Tanjungsari, Gedangsari, Karangmojo dan Patuk. Insiden ini menyebabkan 39 orang mengungsi di rumah kerabat yang tak terdampak bencana.

Selanjutnya bencana di Bantul yang meliputi 14 Kecamatan di 35 Desa. Rinciannya 26 desa di 10 Kecamatan terdampak banjir dan sembilan desa di empat kecamatan terdampak longsor. Di wilayah ini, angin kencang menyebabkan pohon tumbang pada 12 titik yang tersebar di 12 desa dalam 10 kecamatan. Saat ini terdata terdapat 17 titik evakuasi dengan jumlah pengungsi 4.427 Jiwa.

Secara keseluruhan, jumlah warga yang terdampak bencana banjir dan longsor di wilayah DIY mencapai 5.046 jiwa yang tersebar di lebih dari 23 titik pos evakuasi. Kejadian ini menyebabkan 2 korban meninggal dunia akibat longsor dan 3 lainnya masih dalam pencarian.

Selain di tiga daerah tersebut, BPBD Kabupaten Sleman melaporkan pohon tumbang di Kecamatan Sayegan dan Minggir. Sedangkan di Kota Yogyakarta terjadi di kecamatan Kotagede. Genangan akibat hujan lebat juga merendam sejumlah wilayah di Umbulharjo dan Sumur Longmsor di Mergangsan.


Editor : Donald Karouw