Dapat Uang Santunan untuk Lebaran, Ratusan Tukang Becak di Kulonprogo Semringah

Kuntadi ยท Jumat, 24 Mei 2019 - 15:31 WIB
Dapat Uang Santunan untuk Lebaran, Ratusan Tukang Becak di Kulonprogo Semringah

Para tukang becak di Kulonprogo, DIY, besyukur mendapat santunan dari Baznas, Kamis (24/4/2019). (Foto: iNews.id/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id – Ratusan pengayuh becak di Kulonprogo, Provinsi DIY, tersenyum semringah. Mereka mendapat santunan Hari Raya Idul Fitri dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kulonprogo. Mereka juga mendapatkan bingkisan sembako dari PD BPR Bank Pasar Kulonprogo.

Santunan kepada 134 tukang becak ini diberikan diserahkan oleh Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo secara simbolis didampingi Wakil Bupati Sutedjo, dan Ketua Baznas Kulonprogo Abdul Madjid, di depan Rumah Dinas Bupati Kulonprogo, Kamis (23/5/2019). Masing-masing mendapakan santunan Rp150.000.

“Santunan ini berasal dari zakat, infaq dan sedekah dari para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Kulonprogo,” kata Hasto.


BACA JUGA: Warga Kulonprogo Antusias Tukarkan Uang Pecahan Baru di Mobil BI


Hasto mengatakan, setiap bulan, setidaknya dana yang terkumpul mencapai Rp400 juta atau Rp5 miliar dalam satu tahun. Dana itu disalurkan kepada kaum duafa dan bedah rumah.

“Dana ini juga untuk Safari Jumat untuk pembangunan tempat ibadah dan bantuan kepada tukang becak ini,” katanya.  

Sementara Ketua Baznas Kulonprogo Abdul Madjid mengatakan, kegiatan ini merupakan pentasarufan atau pengembalian dana Baznas Kulonprogo. “Sesuai data dari Dinas Perhubungan, ada 134 orang tukang becak di Kulonprogo ini. Masing-masing mendapatkan bantuan Rp150.000,” kata Abdul Madjid.

Salah seorang penerima santunan, Sajiyo mengaku bersyukur dengan bantuan itu. Dia merasa setidaknya bisa ikut merayakan Lebaran meskipun dengan keterbatasan. Pendapatan tukang becak tidak seberapa. Dalam kondisi saat ini, mereka juga sudah kalah bersaing dengan transportasi ojek online (ojol) yang bisa lebih cepat.

“Kami terpaksa juga menjadi kuli. Karena kalau hanya mengandalkan becak hasilnya tidak seberapa,” katanya.


Editor : Maria Christina