Dendam Gaji Kalah dari Karyawan Baru, Pekerja Swasta di Sleman Curi Motor Kantor

Kuntadi, Gunanto Farhan ยท Selasa, 06 Agustus 2019 - 16:19 WIB
Dendam Gaji Kalah dari Karyawan Baru, Pekerja Swasta di Sleman Curi Motor Kantor

Kapolsek Moyudan AKP Darban menunjukkan tersangka penggelapan sepeda motor dan barang bukti saat pemaparan di Mapolsek Moyudan, Sleman, Selasa (6/8/2019). (Foto: iNews/Gunanto Farhan)

SLEMAN, iNews.id – Seorang pekerja swasta di Kabupaten Sleman, DIY, mencuri dan menggelapkan sepeda motor milik perusahaan tempatnya bekerja. Pelaku mengaku nekat melakukannya karena merasa sakit hati dan dendam lantaran gajinya lebih rendah dibandingkan dengan karyawan baru.

Pelaku berinisial MA (30), akhirnya ditangkap petugas Sat Reskrim Polsek Moyudan, Sleman, setelah dilaporkan oleh perusahaan. MA kini ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Aksi pencurian yang dilakukan oleh MA di salah satu perusahaan pembangunan dan pengadaan alat berat ini, terjadi pada bulan Juli lalu. MA yang sudah beberapa saat bekerja di perusahaan itu, mendapat gaji sekitar Rp80.000 per hari.


BACA JUGA: Terlilit Utang Pinjaman Online, Karyawan Pabrik di Sidoarjo Nekat Mencuri


Belakangan, perusahaan merekrut karyawan baru yang disebut-sebut mendapat gaji sebesar Rp350.000 per hari. Informasi ini pun membuat pemuda asal Mojokerto, Jawa Timur itu sakit hati hingga dendam.

“Tersangka ini sakit hati dan dendam karena PT RJ tempat dia bekerja memberikan gaji yang dinilainya lebih kecil daripada karyawan baru,” kata Kapolsek Moyudan AKP Darban di Sleman, Selasa (6/8/2019).

Pelaku kemudian memikirkan cara untuk mendapatkan uang dari perusahaan. Pelaku berpura-pura meminjam sepeda motor milik perusahaan. Dia juga mencuri surat-surat kelengkapan kendaraan yang dia pinjam.

Selanjutnya, pelaku menjual motor secara online seharga Rp4 juta. Tidak hanya itu, tersangka juga menggondol sebuah laptop. Perbuatan pelaku ternyata diketahui perusahaan yang selanjutnya melaporkan MA ke polisi.

“Setelah korban dari perusahaan melaporkan, kami melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan tersangka di rumahnya di Mojokerto,” katanya.

Selain menangkap tersangka, polisi telah menyita sepeda motor matic dan dua telepon seluler (ponsel) dan laptop sebagai barang bukti. Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 362 KUHP jo 372 KUHP tentang pencurian dan penggelapan dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara.


Editor : Maria Christina