Desa di DIY Berubah Jadi Kalurahan, Paniradya: Tak Pengaruhi ADD

Kuntadi ยท Senin, 02 Desember 2019 - 23:00 WIB
Desa di DIY Berubah Jadi Kalurahan, Paniradya: Tak Pengaruhi ADD

Perubahan nama desa di DIY tidak akan berpengaruh terhadap alokasi dana desa. (Foto: Okezone)

YOGYAKARTA, iNews.id – Perubahan nama kecamatan menjadi kapanewon dan desa di DIY menjadi kalurahan tidak akan memengaruhi alokasi dana desa (ADD).

Paniradya Pati Keistimewaan DIY, Beny Suharsono mengatakan, perubahan nama desa ini dipastikan tidak akan berpengaruh terhadap alokasi dana desa. “Alokasi tetap ada hanya sebutan desa saja yang berubah. Terpenting danais (dana istimewa) yang ada tidak dipakai untuk penggajian dan tunjangan,” katanya, Senin (2/12/2019).  

Perubahan nomenklatur ini, kata Beny, juga akan diikuti dengan perubahan pada sistem kependudukan. Namun butuh waktu yang panjang, karena harus saling koordinasi dengan beberapa kementerian.

Hal ini sama dengan penyebutan DIY yang kadang masih ada yang menganggap sebagai provinsi. Beny menuturkan, perubahan nama desa dan kecamatan itu tidak hanya sebatas perubahan nama.

BACA JUGA: Mulai 2020, Dinas dan Kecamatan di DIY Berubah Nama seperti Masa Kasultanan

Namun juga konsekuensi terhadap urusan keistimewaan yang harus dilakukan secara terus menerus. Perubahan ini juga tidak akan merubah alokasi dana desa.

“Ini tidak hanya perubahan nama. Tetapi juga konsekuensi tanggung jawab urusan keistimewaan yang akan dilakukan secara terus menerus,” katanya.

Menurut Beny, salah satu yang ingin diwujudkan dalam Keistimewaan DIY ini adalah bagaimana masyarakatnya bisa sejahtera dan dalam ketenteraman. Selain itu, lebih demokratis dan akuntabel.

Salah satunya tugas yang harus diselesaikan dengan dana keistimewaan adalah penangakan angka kemiskinan yang tinggi. Setidaknya masih ada sekitar 11 persen warganya hidup dalam kemiskinan. Apalagi angggaran keistimewaan setiap tahun terus meningkat. “Sebisa mungkin angka kemiskinan ini bisa ditekan,” ucapnya.


Editor : Kastolani Marzuki