Diduga Keracunan, Ribuan Ikan di Laguna Pantai Trisik Mati

Kuntadi ยท Senin, 10 Juni 2019 - 23:05 WIB
Diduga Keracunan, Ribuan Ikan di Laguna Pantai Trisik Mati

Ikan mati di Laguna Pantai Trisik diduga akibat limbah. (Foto: iNews.id/Kuntadi).

KULONPROGO, iNews.id - Ribuan ikan nila yang ada di laguna Pantai Trisik Kabupaten Kulonprogo, DIY, ditemukan mati mendadak. Diduga ikan-ikan tersebut mengalami keracunan dari limbah buangan tambak udang di sekitar laguna.

"Sekitar dua atu tiga hari ini matinya. Kita tahu paginya sudah banyak yang mengambang," kata Suradin, penjaga tambak udang yang berada di utara laguna, Senin (10/6/2019).

Ikan nila yang mati ini dikembangkan oleh kelompok petani ikan Bandeng Jaya. Sepuluh tahun lalu, laguna ini ditebar dengan ikan bandeng. Namun dari benih ikan yang ditebar justru ada ikan nila yang kemudian berkembang biak.

BACA JUGA: Ribuan Ikan Mati Mendadak, Diduga Sungai Tercemar Limbah Sawit

Setelah proses panen bandeng, ikan nila ini terus berkembang dan beranak pinak. Hingga kini ikan nila tersebut hasil peranakkan secara alami. Bahkan warga sudah beberapa kali memanen ikan nila.

Jumlah ikan nila yang mati, diperkirakan dengan bobot mencapai lebih dari satu ton. Nyaris tidak ada warga yang mengambil ikan pada saat ditemukan mati. Saat itu warga masih sibuk dengan kegiatan lebaran dan masa panen buah.

Warga menduga ikan ini mati karena tidak bisa beradaptasi dengan penurunan debit air. "Kemungkinan karena airnya susut. Tahun lalu saat kemarau juga seperti ini," ujarnya.

Anggota kelompok petani ikan, Ngatimin mengatakan, matinya ikan ini diduga karena banyaknya amoniak dari limbah pembuangan tambak. Dalam kondisi biasa, kondisi air laguna cukup tinggi.

BACA JUGA: Ikan Mati di Maralol, JOB Pertamina-PetroChina Salawati: Bukan karena Limbah

Namun saat musim kemarau ini, airnya turun hingga ketinggian mencapai satu hingga 1,5 meter. Sehingga amoniak dari limbah tambak udang inilah meracuni ikan-ikan nila.

"Limbah dari tambak memang dibuang ke laguna dan sisa pakan udang atau cangkang udang jadi pakan nila," kata dia.

Akibat kejadian ini, kelompok petani ikan ini merugi hingga lebih dari Rp15 juta. Ikan yang mati rencananya akan dikubur agar tidak menimbulkan bau. Apalagi banyak wisatawan yang mengeluhkan bau yang kurang sedap.

"Kita akan rapatkan dengan kelompok dulu. Tahun lalu kita kubur dengan alat berat agar tidak bau," kata dia yang juga Ketua II Kelompok Wisata Laguna Pantai Trisik.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal