Diguyur Hujan Deras Semalaman, Kulonprogo Dilanda Banjir dan Longsor

Kuntadi ยท Jumat, 08 Februari 2019 - 18:07 WIB
Diguyur Hujan Deras Semalaman, Kulonprogo Dilanda Banjir dan Longsor

Tim BPBD Kulonprogo dibantu warga bekerja bakti membersihkan material longsor yang menerjang rumah Ngadiono di Dusun Ngruno, Karangsari, Kulonprogo. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id – Bencana longsor dan banjir menerjang sejumlah kawasan di Kabupaten Kulonprogo, DIY setelah wilayah itu diguyur hujan deras semalaman sejak Kamis (7/2/2019) hingga Jumat (8/2/2019) dini hari.

Kepala Pelaksana Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo, Ariyadi mengatakan, longsor menimpa dua rumah warga di Dukuh Ngruno, Desa Karangsari, Kecamatan Pengasih.

Kedua rumah milik Ngadiono dan Mardiwiyono itu rusak pada bagian dinding akibat tertimpa longsoran tebing sepanjang 30 meter dengan tinggi 5 meter. Longsor juga terjadi di Dusun Puguh, Desa Banjaroyo, Kecamatan Kalibawang. “Tidak ada korban jiwa dan luka. Kita sudah bantu logistik dan lakukan assessment,” kata Ariadi.

Selain longsor, kata dia, hujan deras dengan intensitas tinggi juga menyebabkan tanggul di utara Underpass Kemiri, Margosari jebol. Akibatnya, underpass tergenang air dan tidak bisa dilalui kendaraan. “Relawan dan anggota TNI sudah melakukan penanganan dan menerjunkan sebuah alat berat untuk membersihkan material tanah,” katanya.

Hujan deras juga menyebabkan banjir dan menggenangi kantor PDAM Tirta Binangun Kulonprogo. Air dari saluran irigasi yang ada di sisi barat kantor meluber dan menggenangi kantor ini. “Sudah langganan banjir, karena posisinya lebih rendah dari sungai,” kata Ariyadi.

BACA JUGA:

Banjir Rendam Sejumlah Wilayah di Pekalongan, Siswa Kesulitan Sekolah

Tebing Longsor Timpa Rumah Warga di Semarang, Seorang Balita Tewas

Banjir juga merendam halaman tiga sekolah yakni, SD Conegaran, SD Ngulakan dan SMK 2 Maarif. Sekolah terpaksa memulangkan siswa lebih awal dan mengajak anak-anak bekerja bakti membersihkan ruangan kelas.

Ariyadi mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana di musim hujan ini. Dari data BMKG, potensi hujan dengan intensitas tinggi masih akan mengguyur Perbukitan Menoreh.


Editor : Kastolani Marzuki