Dilawan Pakai Joran, Pelaku Klitih di Kulonprogo Lari Kocar-kacir

Kuntadi ยท Kamis, 10 Januari 2019 - 17:52 WIB
Dilawan Pakai Joran, Pelaku Klitih di Kulonprogo Lari Kocar-kacir

Korban klitih RZ yang mendapat luka jahitan di bagian tangannya. (Foto: iNews/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id - Aksi tersangka pelaku klitih (kekerasan di jalan), RZ (23), di kawasan Kabupaten Kulonprogo, tampaknya masih dibayang-bayangi keraguan dan ketakutan. Karena, dia harus mabok minuman keras lebih dulu sebelum beraksi.

"Biar lebih berani," kata RZ di Mapolres Kulonprogo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (10/1/2019).

Bukan hanya itu, seorang korban RZ, Sugeng Joko (44) mengatakan, tersangka pernah menyerang dirinya pada Jumat (4/1/2019) malam. Ketika itu, dia baru saja pulang memancing di daerah Purworejo mengendarai sepeda motor.

BACA JUGA: Tangkap Pelaku Klitih, Polres Kulonprogo Sita Golok, Pisau dan Cutter

Saat berada di sisi timur proyek bandara New Yogyakarta International Airport/NYIA di Kabupaten Kulonprogo, dia melihat ada seseorang yang berusaha menyeberang. Otomatis, Joko mengurangi laju kendaraanya, di sanalah tersangka RZ memepet motor Joko.

"Dia meminta tas saya. Pas saya tolak, dia menyerang pakai cutter ke arah wajah," kata dia.

Tapi, Joko masih sempat menutup wajahnya menggunakan tangan, sampai terluka dan harus dijahit. Dia mengatakan, ada enam jahitan pada bekas sabetan cutter tersebut.

Joko kemudian berhenti dan merobohkan sepeda motornya di tengah jalan. Awalnya dia berharap akan ada yang menolong, tapi karena suasana sepi, korban RZ ini berusaha melawan semampunya.

BACA JUGA: Ancam Pakai Cutter, Pelaku Klitih di Kulonprogo Tak Berani Bacok Orang

"Saya ambil joran buat melawan, lalu orang itu kabur ke arah barat," ujar Joko.

Sebelumnya, tersangka RZ (23), warga Umbuharjo, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diamankan Satreskrim Polres Kulonprogo, Kamis (10/1/2019) dini hari tadi. Dia diduga melakukan aksi klitih di kawasan Kabupaten Kulonprogo, DIY.

Kapolres Kulonprogo, AKBP Anggara Nasution mengatakan, aksi klitih yang dilakukan oleh tersangka berlatar belakang ekonomi. Dia sebelumnya bekerja di salah satu warung bakso di Kota Yogyakata, namun berhenti.

Meski telah berkeluarga dan memiliki seorang anak, namun tersangka ini sudah bercerai. Uang hasil penjualan barang-barang rampasan dipakai untuk pesta minuman keras.

"Dia itu minum sampai mabuk dan baru beraksi," kata Anggara.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal